Sabtu, 05 April 2025

Serangan Brutal di Yahukimo, PGI Desak Tindakan Tegas Terhadap Pelaku

Victor R Ambarita - Senin, 24 Maret 2025 19:26 WIB
91 view
Serangan Brutal di Yahukimo, PGI Desak Tindakan Tegas Terhadap Pelaku
Logo PGI. (Foto: Dok/PGI)
Jakarta(harianSIB.com)
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengecam keras aksi kekerasan yang terjadi di Distrik Anggruk, Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Jumat (21/3/2025).

Serangan brutal yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ini mengakibatkan seorang guru tewas, empat orang luka berat—terdiri dari tiga guru dan satu tenaga kesehatan—serta dua guru lainnya mengalami luka ringan.

Selain jatuhnya korban jiwa, fasilitas pendidikan dan kesehatan milik gereja juga menjadi sasaran. Sekolah dan rumah sakit dibakar dan dirusak, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat setempat yang sangat bergantung pada layanan tersebut.

Baca Juga:

Sekretaris Umum PGI, Pdt. Darwin Darmawan, dalam pernyataannya yang dikirimkan kepada Jurnalis SNN, Senin (24/3/2025) menegaskan, tindakan kekerasan ini merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Ia menyesalkan bahwa para korban adalah tenaga pendidik dan kesehatan muda yang telah mengabdikan diri untuk melayani masyarakat di wilayah rawan konflik.

Baca Juga:

"Kejadian ini sungguh mencederai rasa kemanusiaan, terutama karena para korban adalah anak-anak muda yang telah mendedikasikan dirinya secara sungguh-sungguh untuk mengabdi dan melayani kebutuhan penatalayanan pendidikan dan kesehatan di daerah rawan konflik," ujarnya.

PGI menegaskan dalam situasi apapun, warga sipil harus mendapatkan perlindungan hukum dan tidak boleh diperlakukan dengan tidak manusiawi, dianiaya, apalagi dibunuh.

Sebagai bentuk solidaritas, PGI menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada para korban dan keluarganya. PGI juga berharap tragedi ini tidak menyurutkan semangat tenaga pendidikan dan kesehatan yang masih mengabdi di daerah tersebut.

Lebih lanjut, PGI menyerukan kepada semua pihak yang berkonflik di Papua agar menghentikan kekerasan dan mengutamakan dialog sebagai cara yang bermartabat untuk menyelesaikan permasalahan sosial-politik di wilayah tersebut.

"Kepada semua kelompok bersenjata yang berkonflik di Tanah Papua, PGI tak henti-hentinya menyerukan de-eskalasi ketegangan dan kekerasan, serta terus mengedepankan pentingnya dialog," tegas Pdt. Darwin.

Selain itu, PGI berharap pemerintah dan aparat penegak hukum dapat menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku, guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.(*)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru