
Trombosit Rendah, Paus Fransiskus Jalani Transfusi Darah
Vatikan (harianSIB.com)Kesehatan Paus Fransiskus telah memburuk selama 24 jam terakhir, kata Vatikan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu
Dalam aksi tersebut, mereka menolak sejumlah kebijakan, mulai dari pemotongan anggaran pendidikan hingga rencana revisi berbagai Undang-Undang, termasuk UU Kejaksaan, UU Polri, dan UU TNI. Unjuk rasa ini berlangsung di kawasan Patung Kuda, Jakarta, pada Senin (17/2/2025).
Baca Juga:
Massa aksi 'Indonesia Gelap' menuntut terciptanya pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis. Mereka juga meminta pemangkasan anggaran pendidikan dibatalkan.
"Anggaran pendidikan yang layak adalah hal penting untuk memastikan seluruh rakyat akses pendidikan murah dan layak. Pendidikan adalah hak fundamental setiap warga negara. Pemangkasan anggaran pendidikan hanya akan memperdalam ketimpangan akses pendidikan dan memperburuk kualitasnya," kata Koordinator BEM SI kerakyatan, Satria dalam keterangannya, dikutip dari detiknews.
Baca Juga:
Satria menyampaikan, massa aksi juga meminta dilakukan evaluasi Proyek Strategis Nasional yang bermasalah hingga menolak revisi Undang-Undang Minerba. Dia menyebut ada beberapa revisi Undang-Undang yang akan mengancam kehidupan demokrasi dan hak asasi manusia. Menurutnya, lembaga-lembaga negara berlomba meminta kewenangan yang berlebihan melalui beragam revisi yakni revisi Undang-Undang Polri revisi Undang-Undang Kejaksaan dan revisi Undang-Undang TNI.
"Dalam revisi UU Polri, Polisi ingin memperluas kewenangan lebih agar dapat melakukan kontrol terhadap konten-konten dalam media sosial. Sementara dalam rencana revisi UU Kejaksaan, Jaksa ingin memperkuat hak imunitasnya. Hak imunitas ini sebelumnya sudah diatur dalam UU Kejaksaan yang berlaku saat ini. Rencana revisi terhadap berbagai UU tersebut berbahaya dan menyimpang dari prinsip persamaan diahadapan hukum karena harusnya semua warga dan aparat negara tidak boleh mendapatkan imunitas itu," ujarnya.
"Sementara rencana revisi UU TNI akan memberi ruang untuk militer masuk kembali dalam penegakan hukum seperti masa lalu. Padahal
Hingga saat ini militer belum tunduk pada peradilan umum, dan lagi-lagi kondisi tersebut sangat berbahaya untuk demokrasi," lanjutnya.
Mahasiswa juga menuntut agar multifungsi ABRI dicabut. Sebagaimana diketahui saat ini banyak TNI aktif dan Polisi aktif menduduki jabatan-jabatan sipil. Hal ini dinilai telah menyalahi demokrasi dan menyimpang dari tugas pokok mereka sebagaimana di atur dalam Undang-Undang.(*)
Vatikan (harianSIB.com)Kesehatan Paus Fransiskus telah memburuk selama 24 jam terakhir, kata Vatikan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu
Banjarnegara (harianSIB.com)Band punk Sukatani asal Purbalingga tengah menjadi sorotan setelah lagu mereka, Bayar Bayar Bayar, viral. Sang v
Simalungun (harianSIB.com)Kapolres Simalungun AKBP Choky Sentosa Meliala perintahkan jajarannya untuk meningkatkan etos kerja dan menjalin k
Tebingtinggi (harianSIB.com)Kapolres Tebingtinggi, AKBP Simon Paulus Sinulingga mengapresiasi pelaksanaan Pesta Budaya Gendang Guroguro Aro
Kualuhleidong (harianSIB.com)Wakil Bupati (Wabup), H Samsul Tanjung dan Ketua DPRD Labuhan Batu Utara (Labura), Rimba Bertuah Sitorus, membu