Jumat, 04 April 2025

Tak Heran ! Kekayaan Sinterklas Rp400 T, Pantas Dermawan Saat Natal

Robert Banjarnahor - Selasa, 24 Desember 2024 14:34 WIB
696 view
Tak Heran ! Kekayaan Sinterklas Rp400 T, Pantas Dermawan Saat Natal
Daily Express
Santa Claus.
Jakarta (harianSIB.com)

Sinterklas, atau Santa Claus, menjadi sosok ikonis yang selalu hadir saat Hari Raya Natal. Ia digambarkan sebagai pria berjanggut putih, mengenakan pakaian merah, mengendarai kereta yang ditarik oleh rusa, dan gemar membagikan hadiah kepada anak-anak.

Tokoh Sinterklas sebenarnya terinspirasi dari Santo (Saint) Nicholas, seorang Uskup Myra di wilayah Kekaisaran Romawi. Selama hidupnya, Santo Nicholas dikenal karena kemurahan hatinya, sering membantu orang miskin, dan kerap memberikan hadiah kepada anak-anak di tempat tinggalnya.

Baca Juga:

Mungkin karena sifat dermawannya, kisah Santo Nicholas kemudian berkembang menjadi legenda di berbagai budaya, yang menggambarkannya secara fiksi sebagai pembawa hadiah bagi anak-anak saat Natal. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya, seberapa kaya Sinterklas yang membagikan hadiah setiap tahun?

Pada 2017, tim riset dari perusahaan di Inggris, Design by Soap, pernah menggarap hal ini secara serius. Namun, sebelum membahas itu kita harus pahami dulu anggaran belanja mainan Santa setiap tahunnya.

Baca Juga:

Perlu diketahui, biaya rata-rata pembuatan, produksi dan pengemasan satu mainan mencapai US$10 atau Rp 150 an ribu per anak. Mengacu pada data PBB, ada 2,4 miliar anak berusia 17 tahun ke bawah di seluruh dunia.

"Dengan asumsi semua anak-anak ini menerima hadiah, maka total biaya mencapai US$ 24,3 miliar (Rp 380-an triliun) ,"tulis tim riset, dikutip dari CNBC International, Selasa (24/12/2024).

Uang sebanyak itu baru di tahap produksi. Belum lagi ongkos kirim. Diketahui, Santa dikisahkan bermukim di Kutub Utara. Tentu saja, ongkos kirim dari sana sangat jauh. Namun, dalam perhitungan kali ini tim riset memutuskan untuk mengambil titik dari China.

"Pengiriman lewat jalan darat dari kota akan menelan biaya US$ 446 juta. Sedangkan melalui laut mencapai US$ 236 juta. Total mencapai US$ 683 juta atau Rp 10 triliun," tulisnya.

Lagi-lagi ini belum menghitung biaya lain-lain. Sebut saja seperti akomodasi, tempat tinggal, dan asuransi. Untuk makanan saja tim riset menyebut angka US$ 18,3 juta. Sedangkan kebutuhan asuransi mencapai US$ 291,4 juta.

Tentu dengan melihat nominal angka-angka di atas, pengeluaran Sinterklas tepatnya mencapai US$ 25 miliar atau Rp 400-an triiliun. Perlu diingat ini semua masih perhitungan kasar dan lagipula tidak bisa mencapai angka pasti.

Namun, dengan besaran nominal di atas, seandainya Santa non-fiksi sudah pasti akan menjadi orang terkaya nomor satu di dunia. Menariknya, Forbes sempat menempatkan Sinterklas sebagai tokoh terkaya di dunia fiksi. Hartanya tak terhingga. (*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Bursa Asia Kompak Terjungkal

Bursa Asia Kompak Terjungkal

Jakarta(harianSIB.com)Di tengah turbulensi pasar global yang meningkat tajam pasca pengumuman kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) di bawah