Jumat, 04 April 2025

Angkat Warisan Budaya Lewat Teknologi, Jasmine Meilani Halim Raih Medali Perunggu di PIMNAS dengan ‘Ulos Heritage’

Oleh: Justin Raffael Hutapea
Redaksi - Kamis, 07 November 2024 13:53 WIB
93 view
Angkat Warisan Budaya Lewat Teknologi, Jasmine Meilani Halim Raih Medali Perunggu di PIMNAS dengan ‘Ulos Heritage’
Foto: Dok/Jasmine
Jasmine Meilani Halim
Jasmine Meilani Halim, seorang mahasiswa di Medan, berhasil mengangkat budaya kain Ulos ke level yang menarik perhatian banyak orang. Lewat ide inovatifnya, Jasmine dan tim sukses merancang konsep Museum Ulos Heritage dan meraih medali perunggu atas pencapaiannya ini. Sebagai pemimpin proyek, Jasmine merasa bangga bisa memperkenalkan kekayaan budayaSumatera Utara, khususnya kain Ulos kepada lebih banyak orang.

Museum Ulos Heritage ini bukan museum biasa. Konsepnya menggabungkan teknologi mixed reality, menciptakan pengalaman yang interaktif dan menyenangkan bagi pengunjung.

Di sini, Ulos tidak hanya dipajang, tetapi juga ditampilkan melalui animasi dan hologram yang interaktif. Dengan bantuan headset, pengunjung bisa memahami lebih dalam makna dan sejarah kain Ulos, seolah-olah berada di dunia Batak yang sarat nilai tradisi.

Baca Juga:

Inspirasi Jasmine berawal dari kegelisahannya sebagai anak Sumatera Utara. Ia sering melihat kain Ulos hanya sebagai pajangan di pameran, tanpa informasi mendalam tentang nilai budayanya.

Menurutnya, bila Ulos disajikan dengan cara yang kreatif, dampaknya bisa lebih besar.

Baca Juga:

"Untuk melestarikan Ulos sebagai warisan budaya dunia, kita harus menghadirkan sesuatu yang baru dan menarik," kata Jasmine, Kamis (7/11/2024).

Sebagai mahasiswa Teknik Industri dari USU, Jasmine sangat menyadari betapa kayanya budaya Ulos ini. Kain ini punya arti yang berbeda untuk setiap kesempatan, mulai dari pernikahan hingga upacara duka. Lewat perannya sebagai pemimpin tim, Jasmine berhasil meyakinkan teman-temannya untuk menjadikan Ulos sebagai fokus utama proyek mereka.

Mixed reality dalam Museum Ulos Heritage menjadi terobosan anak muda Sumatera Utara untuk menyajikan budaya dengan cara yang kekinian. Dengan hologram dan animasi interaktif, museum ini menarik perhatian terutama generasi muda, membuat mereka lebih tertarik untuk mengenal Ulos sebagai bagian dari identitas budaya Sumatera Utara.

Bukan hanya itu, Jasmine yang lahir pada 3 Mei 2003 ini, juga menjalankan bisnis fashion, Malungoen.id, yang menggunakan kain Ulos sebagai bahan utama. Mulai dari pouch, tote bag, hingga dompet, semua desain dirancang oleh Jasmine sendiri dan mengusung nilai budaya lokal. Bahkan, produk Malungoen.id telah sampai ke pembeli di Malaysia.

"Setiap motif Ulos punya maknanya masing-masing," ujarnya.

Dalam tren fashion yang terus berkembang, Jasmine ingin membuat desain yang tak lekang oleh waktu sekaligus memberdayakan pengrajin lokal.

"Anak muda harus lebih bangga memakai fashion yang berasal dari budaya mereka sendiri," ungkapnya.

Lewat Museum Ulos Heritage, Jasmine dan tim berpesan agar generasi muda tetap merangkul budaya dalam keseharian mereka, terutama dalam fashion. Dengan begitu, kita bisa tampil trendi tanpa meninggalkan warisan budaya kita sendiri. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru