Jakarta (SIB)
Barcelona menghadapi tuntutan Quique Setien terkait pesangon yang tak dibayar. Rupanya, ini bukan kali pertama Barcelona tak membayar pesangon eks pelatihnya.
Quique Setien dipecat pada Agustus lalu setelah Barcelona gagal total pada musim lalu. Pada musim 2019/2020 itu, Barcelona sama sekali tak meraih trofi dan tersingkir secara memalukan di Liga Champions.
Namun, pemecatan tersebut berujung gugatan hukum dari Setien untuk Barcelona. Mantan pelatih Real Betis itu mengajukan tuntutan karena Barcelona menolak membayar pesangon yang nilainya disebut-sebut 3,5 juta euro (Rp 60 miliar).
Di sisi lain, Barcelona juga diklaim akan menyeret Setien ke pengadilan dan mempertanyakan balik kredibilitas pria berusia 62 tahun itu. Barcelona kabarnya telah mengirim surat kepada Setien yang menjelaskan mereka tidak akan membayar sisa kompensasinya karena dia dinilai tidak kompeten menangani Lionel Messi dkk.
Mantan presiden Barcelona, Joan Gaspart, mengkritik cara klub menangani kepergian Quique Setien. Dia lantas mengungkap kalau persoalan pesangon yang tak dibayar ini bukan yang pertama di Barcelona. Menurut Joan Gaspart, Barcelona juga pernah tak membayarkan sebagian pesangon Luis Aragones pada 1988.
"Ketika Luis Aragones meninggalkan Barcelona (sebagai pelatih pada 1988), klub enggan membayarkan sebagian pesangon dan Luis punya hak untuk menerimanya. Bisa Anda tebak siapa yang membayarnya dengan uang sendiri? Saya melakukannya karena hubungan yang saya punya dengan Luis selama dia di Barcelona, karena saya percaya dia benar dan demi moral," ujar Gaspart kepada OneFootball.
Gaspart mengakui berteman baik dengan Luis Aragones. "Saya menghormati keputusan Barcelona soal Setien, tapi saya tidak setuju dengan itu karena saya maunya orang-orang meninggalkan klub dengan baik-baik tapi tanpa saling menuduh," kata Gaspart. (Detiksport/f)
Sumber
: Hariansib edisi cetak