Sabtu, 05 April 2025

Dinilai Paling Layak Pimpin Golkar Sumut, Ijeck: Insyaallah Maju

Leo Bastari Bukit - Jumat, 04 April 2025 18:27 WIB
453 view
Dinilai Paling Layak Pimpin Golkar Sumut, Ijeck: Insyaallah Maju
Foto: Net
Medan(harianSIB.com)
Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara (Sumut) direncanakan berlangsung pada Juni 2025. Namun, Wakil Ketua Korbid Politik Hukum dan HAM DPD Partai Golkar Sumut, Riza Fakhrumi Tahir, belum dapat kabar soal jadwal Musda.

"Sejak lebaran, saya belum komunikasi dengan ketua dan sekretaris sehingga tidak mengetahui jadwal Musda. Tapi, kami sudah siap melaksanakan Musda kapan saja," katanya, Jumat (4/4/2025).

Menjelang Musda, sejumlah nama mulai mencuat sebagai kandidat Ketua DPD Golkar Sumut, termasuk Doli Sinomba Siregar, paman Bobby Nasution.

Baca Juga:

Menurut Riza, pihaknya mempersilahkan kader partai maju sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumut. Sampai hari ini, kata Riza, hanya Musa Rajekshah (Ijeck) yang memenuhi kriteria utama partai.

Riza menegaskan bahwa Golkar memiliki standar ketat dalam memilih pemimpin, yaitu prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela (PDLT). Berdasarkan kriteria tersebut, ia menilai hanya Musa Rajekshah yang layak melanjutkan kepemimpinan di Golkar Sumut.

Baca Juga:

"Prestasi Ijeck luar biasa. Sepanjang sejarah reformasi, hanya masa kepemimpinan Ijeck yang berhasil menaikkan tujuh kursi Golkar, dari 15 kursi pada Pemilu 2019 menjadi 22 kursi pada Pemilu 2024 di DPRD Sumut. Ini pencapaian luar biasa, ditambah dengan peningkatan jumlah kursi DPR RI dari empat menjadi delapan kursi dan DPRD kabupaten/kota dari 184 menjadi 208," ujar Riza.

Menanggapi peluang Doli Sinomba Siregar, Riza mengatakan sudah lama mengenal Doli. Menurutnya, Doli seorang yang eksklusif dan ia tidak memiliki kekuatan di akar rumput meskipun pernah menjabat sebagai Wakil Sekjen DPP Golkar dan anggota DPRD.

"Dia kurang bergaul sehingga tidak punya kekuatan di akar rumput. Keberadaan Doli sebagai Wasekjen DPP, pun tidak berpengaruh signifikan bagi Golkar. Bahkan, posisinya di DPP lebih karena penghormatan Airlangga Hartarto kepada besannya, Presiden ketujuh Jokowi," tambahnya.

Riza menyoroti bahwa Doli hingga saat ini belum secara terbuka menyatakan kesiapan maju dalam Musda. "Kalau memang serius, seharusnya dia sudah melakukan deklarasi atau konferensi pers secara terbuka, bukan hanya mengandalkan dukungan dari ponakannya, Bobby Nasution. Sekarang ini, kan hanya orang per orang yang menggadang-gadang Doli, sebagai calon ketua. Mereka itu cuma membentuk opini untuk memengaruhi Bobby agar mendukung Doli," katanya.

Di sisi lain, Musa Rajekshah dinilai sebagai pemimpin yang supel, ikhlas berkorban untuk kemenangan dan kejayaan, serta memiliki rasa kemanusiaan tinggi. Kepemimpinannya dalam pemenangan Golkar di Sumut juga diakui oleh banyak kader.

"Meskipun belum secara resmi menyatakan maju, saya ingatkan Ijeck harus bertanggungjawab mengawal 22 kursi yang telah diraih. Jika dia tidak memimpin lagi, siapa yang bisa menjamin perolehan kursi ini tidak merosot?" tegas Riza.

Saat ditanya mengenai dukungan kader di daerah, Riza optimis bahwa mayoritas DPD Golkar kabupaten/kota masih solid mendukung Musa Rajekshah. "Tidak ada tekanan atau intimidasi dalam kepemimpinannya, semua kader merasa nyaman, dan itu yang membuatnya tetap kuat," pungkasnya.

Musda Golkar Sumut akan menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan partai. Dengan berbagai dinamika yang terjadi, keputusan akhir tetap berada di tangan para kader dan mekanisme internal partai.

Terpisah, Ketua DPD Golkar Sumut Dr H Musa Rajekshah mengatakan dirinya maju kembali menjadi calon Ketua DPD Golkar Sumut dalam Musda. "Insyaallah maju," katanya dengan singkat saat dikonfirmasi. (*)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru