Kamis, 03 April 2025

DPRD SU: Kunjungan Wisatawan ke Berastagi Sepi Pasca Longsor di Sibolangit

Firdaus Peranginangin - Minggu, 01 Desember 2024 19:11 WIB
258 view
DPRD SU: Kunjungan Wisatawan ke Berastagi Sepi Pasca Longsor di Sibolangit
(Foto: SNN/Firdaus)
Salmon Sumihar Sagala
Medan (harianSIB.com)

Anggota DPRD Sumut Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat Salmon Sumihar Sagala mengatakan, sejak jalan Medan-Berastagi ditutup pasca terjadinya longsor di tikungan Tirtanadi, Sembahe, Deliserdang, tingkat kunjungan wisatawan ke Kota Berastagi sepi, sehingga sangat
mempengaruhi aktivitas perekonomian masyarakat di kota dingin tersebut.

"Misalnya, Pasar Buah Berastagi yang biasanya menjadi destinasi favorit wisatawan untuk berbelanja sayur dan buah, pada Minggu (1/12/2024), terlihat sepi dan wisatawan mengalami penurunan drastis," ujar Salmon Sumihar Sagala kepada wartawan, Minggu (1/12/2024), melalui telepon saat melakukan reses di Kota Berastagi.

Baca Juga:

Berdasarkan pengaduan para pedagang buah di Pasar Buah Berastagi, sejak ditutupnya jalan Medan-Berastagi, selain tingkat kunjungan wisatawan mengalami penurunan secara mendadak, juga sangat memengaruhi penjualannya, sehingga pedagang merasa resah, karena banyak buah dagangannya membusuk akibat kurangnya pembeli.

"Kondisi seperti ini mencerminkan dampak besar dari gangguan aksesibilitas terhadap roda perekonomian lokal, terutama di daerah yang sangat bergantung pada pariwisata. Para pedagang, termasuk pelaku usaha kecil lainnya, harus menghadapi kerugian besar karena pengurangan aktivitas ekonomi secara mendadak," kata Salmon Sagala.

Baca Juga:

Untuk mengatasi situasi ini, kata politisi PDI Perjuangan Sumut ini, diperlukan solusi jangka pendek dan panjang, seperti upaya cepat membuka kembali akses jalan, memberikan bantuan kepada pedagang, atau menciptakan jalur distribusi alternatif untuk mengurangi kerugian.

Menurut anggota Komisi B ini, rendahnya minat wisatawan untuk berkunjung ke Kota Berastagi pasca terjadinya longsor di Sibolangit, mencerminkan dampak psikologis dari kejadian longsor tersebut. Rasa trauma dan kekhawatiran akan keselamatan menjadi faktor utama yang membuat wisatawan enggan mengambil risiko, meskipun tempat wisata di Berastagi tetap beroperasi.

Hal ini, tambah Salmon, tentu memberikan tekanan besar kepada pedagang buah dan masyarakat Tanah Karo yang sangat bergantung pada pariwisata sebagai sumber penghidupan, sehingga masyarakat sangat berharap pemerintah dapat segera membersihkan material longsor di jalur utama Sibolangit agar akses jalan ke Medan-Berastagi kembali normal.

"Jalur utama ini merupakan urat nadi ekonomi yang menghubungkan Berastagi dengan Medan dan daerah lainnya, sehingga percepatan pembukaan jalur sangat krusial," tandas Salmon sembari menambahkan, langkah pemerintah dalam menormalkan kondisi akan sangat menentukan pemulihan ekonomi dan kepercayaan wisatawan.

Selain itu, tambah mantan anggota DPRD Karo ini, pemerintah juga diharapkan dapat menyediakan bantuan sementara kepada masyarakat yang terdampak, sekaligus meningkatkan sistem mitigasi bencana untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Di akhir keterangannya, Salmon menyampaikan harapan masyarakat Tanah Karo, agar tim yang bekerja mengevakuasi puing-puing longsor di kawasan Sibolangit tetap semangat dan tidak bosan melaksanakan tugasnya. Mereka menyadari bahwa pekerjaan tersebut tidak mudah, mengingat beratnya material longsor dan tantangan cuaca di lapangan.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru