Minggu, 06 April 2025

Edy Rahmayadi Ajak Generasi Muda Langkat Tanamkan Wawasan Kebangsaan Sejak Dini

Leo Bastari Bukit - Jumat, 11 Oktober 2024 17:45 WIB
129 view
Edy Rahmayadi Ajak Generasi Muda Langkat Tanamkan Wawasan Kebangsaan Sejak Dini
Foto: Dok/Tim ER
KULIAH UMUM: Tokoh masyarakat Sumut Edy Rahmayadi memberikan kuliah umum di Stabat, Kabupaten Langkat, Kamis (10/10/2024).
Langkat (harianSIB.com)

Tokoh masyarakat Sumut, H Edy Rahmayadi mendorong dan mengajak generasi muda dan seluruh rakyat Indonesia, untuk dapat memahami dan mengerti wawasan kebangsaan. Hal itu disampaikan Edy Rahmayadi, saat berada di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Kamis (10/10/2024).

"Anakku sekalian, wawasan kebangsaan sangat penting untuk seluruh rakyat Indonesia, kalau di luar negeri ada latihan bela negara, latihan militer. Tapi, Indonesia tidak ada," kata Edy.

Edy mengungkapkan, cinta Indonesia tidak saja dari ilmu yang didapatkan di bangku kuliah. Tapi, harus memiliki pemahaman atau ilmu tentang wawasan kebangsaan.

Baca Juga:

"Profesi kalian sudah jelas kesehatan, tapi mencintai bangsa ini tidak cukup dengan kesehatan saja. Mencintai bangsa ini, memerlukan wawasan kebangsaan," ujarnya.

Edy mengatakan, wawasan kebangsaan harus ditanamkan kepada generasi muda sejak dini. Sehingga diperlukan pemikiran generasi milenial yang paham wawasan kebangsaan ini.

Baca Juga:

"Kalian akan menjadi pemimpin masa depan di Langkat, Sumut maupun di Indonesia. Sehingga diperlukan pemahaman wawasan kebangsaan sejak sekarang. Kelak jadi pemimpin yang cinta tanah air dan bangsa ini," ungkapnya.

Edy menjelaskan wawasan kebangsaan itu ada 5 poin. Satu, ketahanan nasional, 2 kewaspadaan nasional, 3 sistem manajemen nasional, 4 wawasan nusantara cara padang melihat bangsa ini. 5, kepemimpinan nasional.

"Lima poin bisa dijelaskan 32 atau 34 SKS, bela negara 86 SKS. Memberikan motivasi, bela negara, materi ini diberikan oleh Lemhanas, karena begitu berat masuk ke dalam Lemhanas," ujarnya.

Edy memberikan pemaparan bagaimana sosok menjadi pemimpin hebat itu, harus memiliki keseimbangan dalam kehidupannya, seperti taat berdoa dan beribadah. Kemudian, rela berkorban, tidak mengenal menyerah, memiliki kasih sayang dan menjadi contoh tauladan.

Edy mengatakan, lolos sebagai anggota TNI AD melalui Akadami Militer (Akmil) dan mengabdi sebagai prajurit TNI selama 32 tahun, dengan menjabat jabatan strategis, hingga puncak jadi Pangdam I Bukit Barisan dan Pangkostrad.

Ia mengungkapkan kesuksesan dirinya berkarir di TNI, Ketua Umum PSSI hingga menjadi Gubernur Sumut, tidak lepas doa dari kedua orang tua.

Terutama, ibu kandung dari jendral TNI bintang tiga itu. "Saya hanya memberikan motivasi menjadi pemimpin hebat dan wawasan kebangsaan. Semoga apa yang sampaikan ini bermanfaat," katanya.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru