Seoul
(harianSIB.com)
Nelayan asal Indonesia,
Sugianto (31), menjadi
pahlawan bagi warga lanjut usia (
lansia) di salah satu desa
Korea Selatan.
Sugianto berlari bolak balik untuk
mengevakuasi lansia saat
kebakaran hutan terus mendekati permukiman.
Dilansir Yonhap, Rabu (2/4), warga desa memuji orang-orang tersebut sebagai '
pahlawan tersembunyi' di tengah krisis
kebakaran hutan hebat di Korsel. Orang-orang yang disebutnya itu ialah kepala desa Kim Pil-Kyung (56), kepala komunitas nelayan Yoo Myeong-shin (56) dan
Sugianto (31) seperti yang dilansir harian SIB.
Baca Juga:
Kebakaran hutan itu awalnya terjadi di Desa Uiseong pada 22 Maret. Api terus menyebar melalui Andong dan Cheongsong hingga perbatasan barat Desa Yeongdeok sekitar pukul 6 sore tanggal 25 Maret. Dalam 2 jam, api menyebar ke wilayah yang berjarak 25 Km di sisi timur.
Situasi saat itu sangat kacau dan listrik serta komunikasi lumpuh akibat
kebakaran hutan. Hanya sedikit penduduk yang tahu pukul berapa
kebakaran hutan itu tiba.
Baca Juga:
Sekitar pukul 19.40 waktu setempat, asap tebal sudah terlihat di luar. Pada pukul 20.00, banyak warga yang yakin api telah menjalar ke desa.
Sekitar 60 penduduk kota saat itu sedang berada di rumah atau bahkan sudah tertidur ketika kebakaran terjadi. Kepala desa, Kim, sempat keluar karena mencium bau aneh dan pergi ke sisi kanan dermaga.
Kepala komunitas Yoo kemudian pergi ke sisi kiri. Sementara,
Sugianto pergi ke tengah untuk membangunkan penduduk desa dan
mengevakuasi mereka.
"Kami sudah siarkan kepada mereka agar segera keluar, tetapi mereka tidak keluar juga. Jadi, kami bertiga membangunkan mereka dengan berteriak dan menyuruh mereka keluar," ujar Kim.
Sugianto menggendong tujuh
lansia di punggungnya. Dia melakukannya dengan cara berlari bolak-balik dari rumah satu
lansia ke
lansia lain. Aksinya itu membuat
lansia, yang sudah kesulitan bergerak, bisa selamat dari
kebakaran hutan.
Lalu, siapa sebenarnya
Sugianto yang sangat cekatan membantu warga di desa Korsel tersebut?
Sugianto merupakan warga Indonesia yang telah bekerja sebagai nelayan di
Korea Selatan sejak 8 tahun lalu. Dia kini sudah akrab dengan kehidupan Korea, sampai-sampai dengan lancar memanggil para nenek dalam dialek Gyeongsang.
"Nenek saya tidak bisa berjalan cepat, jadi saya harus pergi ke rumahnya setiap hari dan menggendongnya," ujar
Sugianto usai kebakaran hebat terjadi.
Selain
Sugianto, ada juga nelayan asal Indonesia bernama Leo yang turut membantu evakuasi. Dia juga menggendong
lansia yang untuk menjauh dari api.
Sugianto mengatakan dirinya juga ketakutan saat melihat salah satu toko dilalap api sambil menggendong seorang nenek di punggungnya. Dia mengatakan
lansia itu terbangun setelah mendengar teriakan 'Cepat! Cepat!'.
Sugianto mengaku tak ingat sudah berapa jauh dia berlari bolak-balik untuk menyelamatkan para
lansia. Jarak dari permukiman ke tanggul dermaga sekitar 300 meter.
"Saya sangat menyukai Korea. Terutama, penduduk desa seperti keluarga," kata
Sugianto.
Dia mengatakan istrinya telah mengetahui cerita dirinya membantu warga desa. Dia menyebut istrinya bangga dengan tindakannya itu.