Kamis, 03 April 2025
Grebek Lapak Narkoba, Polisi Kerahkan 200 Personel

Bandar Narkoba Pakai Drone dan CCTV Pantau Polisi

Wilfred Manullang - Sabtu, 13 Juli 2024 13:14 WIB
398 view
Bandar Narkoba Pakai Drone dan CCTV Pantau Polisi
Foto: Mulia Budi/detikcom
Penampakan drone yang disita polisi dari Kampung Bahari, Jakarta Utara, Sabtu (13/7/2024) pagi.
Jakarta (harianSIB.com)
Polres Metro Jakarta Utara mengerahkan 200 personil untuk menggrebek lapak narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut). Penggrebekan dimulai setelah seluruh personel mengikuti apel pagi sekitar pukul 5.45 WIB. Apel dipimpin oleh Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Utara AKBP Prasetyo Nugroho.

Seperti dikutip dari Detikcom, Sabtu (13/7/2024), polisi menahan 31 orang yang terdiri dari 26 laki-laki dan 5 perempuan. Juga turu disita sejumlah barang bukti.

Bandar narkoba dalam menjalankan bisnisnya memanfaatkan drone dan CCTV untuk mengawasi pergerakan polisi.

Baca Juga:

"Untuk melakukan kegiatannya ini, mereka kemudian mengamankan proses bisnisnya, dengan cara kalau ada penangkapan mereka terlebih dahulu menaikkan drone ini, drone ini termonitor ini dari layar monitor yang sudah kita sita," kata

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Gidion Arif Setyawan dalam konferensi pers di Polres Jakut, mengatakan bahwa bandar narkoba mengamankan proses bisnisnya, dengan cara kalau ada penangkapan mereka terlebih dahulu menaikkan drone ini. "Drone ini termonitor dari layar monitor yang sudah kita sita," jelasnya.

Baca Juga:

Gidion mengatakan pihaknya juga mengamankan 4 unit decoder CCTV yang digunakan bandar narkoba untuk memantau pergerakan kedatangan polisi. Kemudian, ada juga paket sabu, televisi, motor, timbangan digital, laptop, alat bong hingga sejumlah senjata tajam yang diamankan.

"Barang bukti atau barang yang bisa kita amankan, yang terkait dengan peredaran narkoba, kami yakinkan bahwa barang yang kita lalukan penyitaan ini terkait langsung atau tidak langsung dengan peredaran narkoba. Paket besar sabu dengan berat bruto 103 gram, lalu 26 paket kecil sabu, 12 timbangan digital, 2 televisi, 4 unit decoder, 1 unit laptop. Ini alat yang digunakan untuk memantau kalau terjadi penegakan hukum di wilayah tersebut," kata Gidion.

"Lalu 1 unit alat hitung uang, 11 alat isap atau bong, 1 senapan angin, 4 air gun berikut gas CO2, 25 sajam, 1 unit drone, 1 kotak petasan, dan 3 alat isap," imbuhnya.

Terkait 31 orang yang ditahan, Gidion mengatakan akan dilakukan tes urine untuk mengetahui apakah mereka positif menggunakan narkoba.

"Langkah yang kami lakukan berikutnya, karena ini baru saja kami lakukan penindakan, maka kita lakukan prosedur tes urine untuk melihat sejauh mana penggunaan narkoba terhadap yang bersangkutan. Lalu beberapa yang kedapatan melekat ketika yang ada di dalam tubuhnya, kita lakukan penindakan, kita lakukan penyidikan berlanjut," ujarnya. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru