Senin, 07 April 2025
Sengit, Bakal Capres AS Saling Serang

Kesehatan Mental Donald Trump Disindir

* Muncul Wacana Pembatasan Masa Jabatan Bagi Politisi Usia 75 Tahun
Redaksi - Senin, 22 Januari 2024 08:51 WIB
254 view
Kesehatan Mental Donald Trump Disindir
(Foto: AP/Robert F Bukaty/Mark Rourke)
SALING SERANG: Kandidat presiden dari Partai Republik yang juga mantan Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley menyerang kandidat calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump setelah melakukan kampanye di Monadnock Center for His
Washington DC (SIB)
Bakal calon Presiden (Capres) dari Partai Republik Nikki Haley menyindir usia dan kesehatan mental Donald Trump yang merupakan saingannya untuk mendapat dukungan Republik. Trump pun memberi balasan keras terhadap Haley.
Dilansir CNN, Minggu (21/1), Haley menyindir kesehatan mental Trump gara-gara mantan Presiden Amerika Serikat (AS) itu menyebut namanya terkait kerusuhan di Capitol pada 6 Januari 2021. Menurut Haley, Trump bingung membedakan dirinya dengan mantan Ketua DPR Nancy Pelosi.
"Tadi malam, Trump menghadiri rapat umum dan dia terus-menerus menyebut saya beberapa kali tentang mengapa saya tidak menjaga keamanan selama kerusuhan Capitol. Mengapa saya tidak menangani 6 Januari dengan lebih baik. Saya bahkan tidak berada di DC pada tanggal 6 Januari. Saya tidak berada di kantor saat itu," kata Haley.
"Mereka bilang dia bingung. Bahwa dia sedang membicarakan hal lain. Bahwa dia sedang berbicara tentang Nancy Pelosi. Dia menyebut saya berkali-kali dalam skenario itu," tambah mantan gubernur Carolina Selatan itu.
Haley kemudian mempertanyakan kesehatan mental Trump. Dia mengatakan kepada para pemilih di Keene, New Hampshire, bahwa warga AS tak boleh memiliki pemimpin yang kondisi mentalnya dipertanyakan.
"Kekhawatiran saya adalah - saya tidak mengatakan sesuatu yang menghina, tapi ketika Anda menghadapi tekanan dari sebuah kepresidenan, kita tidak bisa memiliki orang lain yang kita pertanyakan apakah mereka sehat secara mental untuk melakukannya," ucapnya.
Sebagai informasi, komentar Haley itu muncul setelah Trump mengungkit kerusuhan 6 Januari 2021 dalam kampanye di New Hampshire. Dia menyebut-nyebut nama Haley.
"Ngomong-ngomong, mereka tidak pernah melaporkan kerumunan orang pada tanggal 6 Januari. Anda tahu, Nikki Haley, Nikki Haley, Nikki Haley, tahukah Anda bahwa mereka menghancurkan semua informasi, semua bukti, semuanya, dihapus dan dimusnahkan semuanya? Semua itu, karena banyak hal, seperti Nikki Haley yang bertanggung jawab atas keamanan, kami menawarkan 10.000 orang, tentara, garda nasional, apa pun yang mereka inginkan. Mereka menolaknya," ucap Trump pada Jumat lalu.
Penasihat senior kampanye Trump, Chris LaCivita, kemudian membuat postingan 'Nancy....Nikki....itu adalah perbedaan tanpa perbedaan' di akun X-nya usai kampanye Trump tersebut.
Kembali ke Haley, dia juga menyerang Trump terkait usia. Dia mempertanyakan apakah warga AS akan dihadapkan pada pilihan dua orang berusia 80-an tahun.
"Kami membutuhkan orang-orang yang berada di puncak permainan mereka," kata Haley dalam wawancara dengan Fox News.
"Saya tidak mengatakan bahwa ini adalah situasi yang dialami Joe Biden, tetapi saya ingin mengatakan, apakah kita benar-benar akan memilih dua orang berusia delapan puluh tahun untuk mencalonkan diri sebagai presiden?" sambungnya.
Haley (52) telah berusaha menyoroti kesenjangan usianya dengan Trump (77) dan Presiden AS Joe Biden (81). Dia juga bersikeras menyerukan batasan masa jabatan dan tes kompetensi mental bagi politisi mana pun yang berusia 75 tahun.



Balasan Keras Trump
Trump kemudian memberi balasan keras kepada Haley. Trump meminta para pendukungnya agar tidak berpuas diri dua hari menjelang pemilihan Republik di New Hampshire.
"Kita memerlukan margin yang besar karena kita harus menyampaikan pesan persatuan yang nyata," kata Trump pada rapat umum di Manchester, New Hamspire.
Trump bicara selama lebih dari 90 menit. Dalam pidatonya itu, Trump menyampaikan pesan dendam, mengeluh tentang kekalahan Pemilu tahun 2020, membela perusuh 6 Januari 2021, mendorong kembali Mahkamah Agung untuk menyatakan dia dan semua presiden kebal dari tuntutan, mengejek Presiden Joe Biden dan, dengan penuh semangat, mengecam Haley, mantan duta besarnya di PBB dan kandidat yang paling dekat dengannya dalam jajak pendapat utama di Negara Bagian Granite.
Sebelum Trump berbicara, tim kampanye Trump sudah menyiarkan pesannya di layar besar di atas panggung dengan slide bergilir yang menyerang Haley atas dugaan hubungannya dengan 'Demokrat, Wall Street & Globalis' dan posisinya dalam Jaminan Sosial dan isu-isu penting lainnya.
Trump juga terus melancarkan serangan ke Haley. Dia menuding Haley menggunakan uang radikal Demokrat untuk operasi kampanye.
"Nikki Haley menggunakan uang radikal Demokrat untuk menjalankan operasi kampanye Demokrat radikal yang dia jalankan!" kata Trump merujuk pada seruan saingannya kepada beberapa kelompok politik dan donor yang berhaluan tengah dan anti-Trump.
"Kandidat Partai Republik macam apa itu?" sambungnya.
Dia juga mengkritik janji kampanye Haley untuk menaikkan usia pensiun bagi generasi muda dan menunda akses mereka terhadap pembayaran jaminan sosial. Trump juga menyerang Haley yang menganggap dirinya sudah terlalu tua untuk menjadi presiden lagi.
Trump membalas dengan mengklaim bahwa dia baru-baru ini mengikuti 'tes kognitif yang dia kuasai' sebelum berjanji untuk 'memberi tahu Anda ketika saya merasa buruk'.
"Beberapa bulan yang lalu saya mengikuti tes kognitif yang diberikan dokter say dan saya mendapat nilai bagus," ucapnya. (**)


Baca Juga:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru