Kamis, 03 April 2025
Serukan Pemilu Damai

Kapolri Harap Panas di Medsos Tak Terpengaruh ke Warga

Redaksi - Minggu, 07 Januari 2024 07:58 WIB
6.223 view
Kapolri Harap Panas di Medsos Tak Terpengaruh ke Warga
Foto: Detikcom/Audrey Santoso
RESMIKAN: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Sri Sultan Hamengku Buwono X berjalan bersama ketika akan meresmikan sumur bor Polri Presisi di Dusun Sidorejo, Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa
Jakarta (SIB)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, Polri selalu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyikapi Pemilu 2024 dengan mengedepankan kedamaian, pada tiap kesempatan.
Sigit menuturkan Polri dan jajaran menggelar deklarasi Pemilu 2024 damai dengan melibatkan unsur masyarakat hingga para tokoh.
"Oleh karena itu di setiap kesempatan, setiap saat terhadap wilayah-wilayah yang memiliki potensi, kita selalu mengajak masyarakat untuk mendeklarasikan Pemilu damai, penyelenggara maupun juga masyarakat pemilih dan juga para tokoh," kata Kapolri kepada wartawan usai meresmikan Sumur bor Polri Presisi bersama Sultan Jogja Sri Sultan Hamengku Buwono X di Dusun Sidorejo Kalurahan Karangtengah Worosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (6/1).
"Dan biasanya ini kita lakukan di beberapa wilayah secara serentak, dan saya lihat semuanya juga berjalan," sambung dia.
Jenderal Sigit menyampaikan suhu politik di media sosial dan media massa mulai memanas. Namun dia berharap masyarakat tak terpengaruh karena dia meyakini masyarakat sudah dewasa.
"Harapannya tentunya walaupun ada perbedaan pendapat, dan kemudian akhir-akhir ini kita juga melihat di media sosial, di media TV sudah mulai memanas, harapan kita di level masyarakat, di level grassroot ini tidak terpengaruh," ujar Jenderal Sigit.
"Dan saya yakin masyarakat juga sudah dewasa," imbuh mantan Kapolda Banten ini.
Dia berharap masyarakat menentukan pilihannya sendiri di bilik suara pada tahap pencoblosan Pemilu 2024. Jenderal Sigit lalu mengingatkan perbedaan pendapat bukan berarti disikapi dengan permasalahan berlanjut, apalagi keributan.
"Jadi biarkan masyarakat menentukan pilihannya di bilik suara, dan kemudian ini bisa berjalan dengan baik. Beda pendapat bukan untuk kemudian mengakibatkan terjadinya permasalahan, ataupun kemudian bahkan terjadi kerusuhan," ucap Jenderal Sigit.
Mantan Kabareskrim Polri ini menyebut perbedaan pendapat adalah wujud dari demokrasi. Dan, tambah dia, sikap menjaga kedamaian di momen pemilu menjadi tanda demokrasi Indonesia sudah semakin matang.
"Jadi ini bagian dari demokrasi. Jadi kalau kita bisa menjaga semuanya, ya harapan kita demokrasi kita akan semakin matang," pungkas dia. (**)



Baca Juga:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru