Jumat, 04 April 2025

Ayah Yosua ke Kuat Ma'ruf: Lihat Sini biar Saya Lihat Bola Matamu!

* Ibu Yosua: Ada Apa Kamu Sama si Putri Itu, Kuat Ma'ruf ?
Redaksi - Kamis, 03 November 2022 09:08 WIB
544 view
Ayah Yosua ke Kuat Ma'ruf: Lihat Sini biar Saya Lihat Bola Matamu!
Foto : net
Kuat Ma'ruf
Jakarta (SIB)

Sopir keluarga mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf, terus menunduk saat ibunda dan ayah Brigadir Yosua Hutabarat menjadi saksi di persidangan. Ayah Yosua, Samuel Hutabarat, meminta Kuat menatap wajahnya.

"Tolong kamu lihat sini biar saya lihat bola matamu!" kata Samuel saat menjadi saksi dalam sidang pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat dengan terdakwa Kuat Ma'ruf dan Bripka Ricky Rizal di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (2/11).

Kuat Ma'ruf pun langsung melihat ke arah Samuel. Selanjutnya, Samuel meminta Kuat Ma'ruf tak cuma menyampaikan permintaan maaf.

"Tadi sudah minta maaf. Tapi saya harap jangan kalian terbawa arus. Kalau Anda berdua mengikuti arus, Anda akan dimakan arus.

Paham? Haleluya," ujar Samuel.


Ada Apa

Sementara itu, Ibu Brigadir N Yosua Hutabarat, Rosti Simanjuntak, mencurahkan isi hatinya di persidangan pembunuhan Yosua dengan terdakwa Kuat Ma'ruf dan Bripka Ricky Rizal. Dia tak habis pikir para terdakwa membuat skenario untuk membunuh Yosua.

"Kuat Ma'ruf, skenario yang sangat hebat! Sangat luar biasa saya lihat di dalam kasus ini. Kalian mengetahui semua. Bahkan menginginkan daripada kematian anakku. Jadi kamu dan atasan kamu FS dan PC sangat-sangat luar biasa skenariomu," kata Rosti.

Hal itu disampaikan Rosti saat menjadi saksi dalam persidangan Kuat dan Ricky. Dia bicara setelah mendapat izin dari hakim.[br]




Selain itu, Rosti mempertanyakan ada apa antara Kuat Ma'ruf dan istri Sambo, Putri Candrawathi. Dia bertanya siapa Kuat Ma'ruf bagi Putri.

"Ada apa kamu sama si Putri itu, Kuat Ma'ruf?! Ada apa? Siapa kamu di dalam itu? Siapanya si Putri kamu? Sampai kamu mendesak mengatur si Putri. Saya orang kecil saja tidak bolehkan orang lain di rumah mengatur. Apalagi kepada istri yang bukan istri kita," kata Rosti.


Tak Berniat

Sebelumnya, Kuat Ma'ruf, bersumpah tidak berniat terlibat pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat. Kuat mengatakan tak berniat melakukan perbuatan yang didakwakan terhadapnya.

"Karena, demi Allah, saya tidak ada niat seperti yang didakwakan kepada saya," kata Kuat dalam sidang itu.

Kuat Ma'ruf, dengan suara bergetar, menyampaikan dukacita atas tewasnya Yosua. Dia berdoa agar Yosua diterima di sisi Tuhan serta keluarga diberi ketabahan dan kesabaran.

"Saya turut berdukacita atas meninggalnya almarhum Yosua dan semoga almarhum Yosua diterima di sisi Tuhan yang Maha Esa serta keluarga besar diberi ketabahan dan kesabaran," ujar Kuat.

Kuat menyerahkan kasus ini ke pengadilan. Kuat yakin pengadilan akan membuat putusan yang adil.

"Dan berharap biar proses pengadilan yang akan menentukan salah atau tidaknya saya," ucapnya.



Tak Sebut Siapa

Hakim heran terhadap bantahan terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat, Kuat Ma'ruf, atas keterangan saksi. Hakim menilai Kuat telah membantah hal yang tak dituduhkan kepadanya.

Hakim awalnya bertanya apakah Kuat Ma'ruf dan Bripka Ricky Rizal yang menjadi terdakwa ingin menanggapi keterangan saksi, yakni adik Brigadir Yosua, Bripda Mahareza Rizky Hutabarat, dan kekasih Yosua, Vera Simanjuntak. Kuat kemudian menyebut ada keterangan Vera yang tidak benar.

"Bagaimana atas keterangan Saksi? Apakah Saudara mengerti? Apakah semua keterangan Saksi benar atau sebagian salah atau semua salah atau Saudara tidak tahu?" tanya hakim.

"Ada yang tidak tahu, ada yang benar, ada yang salah," ujar Kuat.[br]




Hakim bertanya, apa yang salah dari keterangan saksi. Kuat menyebut keterangan yang salah itu ialah cerita Vera yang menyebut Brigadir Yosua mendapat ancaman dibunuh jika naik ke lantai atas rumah Ferdy Sambo di Magelang pada 7 Juli 2022.
"Mana yang salah? Saksi siapa yang salah?" tanya hakim.

"Tadi dikatakan Mbak Vera ada 'kalau naik aku bunuh', karena tidak ada bahasa seperti itu waktu itu," ujar Kuat.

Hakim pun mempertanyakan mengapa Kuat Ma'ruf membantah hal itu. Padahal Vera tak menyebut nama orang yang menyampaikan ancaman itu ke Yosua.

"Apa yang tidak benar? Karena nggak ada itu kan si Vera menjelaskan, tidak menyebutkan siapa-siapa yang menyebutkan tersebut.

Saksi Vera hanya menyebutkan korban bercerita apabila 'kau naik akan ku bunuh'," ujar hakim.

"Oh iya, makasih, Yang Mulia," ujar Kuat.

Sebelumnya, kekasih Brigadir N Yosua Hutabarat, Vera Simanjuntak, mengungkap ucapan lengkap Yosua soal ancaman dari sosok 'skuad'. Hal itu dijelaskannya dalam sidang pembunuhan Yosua dengan terdakwa Kuat Ma'ruf dan Bripka Ricky Rizal.

"Jadi tanggal 7 Juli 2022, mendiang telepon via WA jam 20.00 malam. Saya kebetulan dinas malam, dapat satu panggilan tak terjawab. Dia telepon lagi, lalu terputus," ujar Vera mengawali ceritanya saat menjadi saksi di PN Jaksel, Rabu (2/11).

Vera kemudian mengatakan ada empat panggilan tak terjawab dari Yosua. Dia mengaku menelepon balik Yosua.[br]




"Lalu saya 20.30 dia telepon dia bilang, 'Kurang ajar orang ini, Ibu sakit, aku dituduh. (Saya tanya) 'Ibu sakit, sakit apa?'. (Yosua jawab) 'Nggak tahu saya, aku diancam, berani kau naik ke atas aku bunuh kau'. (Saya tanya) 'Siapa ancam?'. (Dijawab Yosua) 'Ada skuad-skuad di sini'," ujar Vera.

Ibu yang dimaksud dalam percakapan itu adalah istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Vera juga mengatakan dirinya bertanya apakah Yosua melakukan kekerasan atau tidak terhadap Putri.

"Saya bilang 'Emang Abang pukul itu?'. (Yosua jawab) 'Nggak'. Terus saya tanya, 'Abang di mana?'. (Dijawab) 'Di Magelang. Ya udah, Dik, entar Abang hubungi lagi'," ujar Vera. (detikcom/a)




Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru