Minggu, 23 Februari 2025

Prasasti Pemekaran Kabupaten Humbahas Terlantar di Belakang Gedung Pendopo Kantor Bupati?

Redaksi - Rabu, 23 September 2020 09:34 WIB
747 view
Prasasti Pemekaran Kabupaten Humbahas Terlantar di Belakang Gedung Pendopo Kantor Bupati?
Foto: fb Rajin Tajom Sihombing
PRASASTI: Prasasti Pemekaran Kabupaten Humbang Hasundutan tampak dalam video yang viral di medsos, Senin (21/9), seperti terlantar di belakang gedung Pendopo Kantor Bupati Humbahas, di Bukit Inspirasi, Doloksanggul. 
Humbahas (SIB)
Prasasti Pemekaran Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) terekam seperti terlantar (terletak begitu saja) di belakang gedung Pendopo Kantor Bupati, Bukit Inspirasi, Doloksanggul, Senin (21/9).

Penemuan prasasti yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri Letjen TNI (Purn) DR (Hc) Hari Sabarno SIP MBA MM pada tanggal 28 Juli 2003 itu viral di media sosial dan mengundang sejumlah komentar sejumlah netizen.

Video penemuan prasasti yang terkesan tidak menghargai salah satu saksi sejarah yang amat penting dalam pemekaran kabupaten yang sudah berusia 17 tahun itu, pertama diunggah pemilik akun facebook bernama Rajin Tajom Sihombing.

Dalam video yang berdurasi 2 menit 25 detik itu, pemilik akun juga menuliskan ungkapan kekecewaannya terhadap Pemkab Humbahas atas apa yang sudah diperbuat terhadap prasasti tersebut.

Dalam video yang dia bagikan itu, terdengar suara yang diduga sebagai perekam video dengan mengatakan, ini belakang pergudangan balai pertemuan Kantor Bupati Humbang Hasundutan. Disini ada kita lihat prasasti peresmian Kabupaten Humbang Hasundutan yang ditandatangani Hari Sabarno. Ini dibuang di belakang atau dicampakkan begitu saja tidak berharga. Inilah pemerintahan kita," katanya.

Selain itu dia juga mengatakan, bahwa para pejuang pemrakarsa Kabupaten Humbang Hasundutan sudah jungkir balik memperjuangkan agar daerah itu terbentuk menjadi kabupaten, yang saat itu sama-sama mekar bersama Kabupaten Pakpak Barat dan Nias Selatan.

"Nggak tahu apa maksudnya ini. Kalau prasasti nggak dihargai, ya sejarah pejuang pemekaran pun nggak ada dihargai..." ucapnya antara lain dalam video itu.

Video ini sontak menjadi viral dan sudah beberapa kali dibagikan dan dikomentari dengan ungkapan-ungkapan kekesalan.
Komentar lainnya juga mengajak mengumpulkan masyarakat untuk mendatangi kantor bupati. Kata mereka, masyarakat perlu tahu kejadian itu.

BELUM TAHU KENYATAANNYA
Menanggapi hal itu, Asisten Administrasi dan Kesra Janter Sinaga ketika dikonfirmasi SIB via selulernya mengaku belum mengetahui penemuan prasasti tersebut.

"Saya belum tahu itu. Saya lihat dulu besok, karena saya belum lihat video yang viral itu. Jadi saya lihat dulu. Siapa pelakunya dan yang pasti kita tidak setuju. Tapi kita belum tahu kenyataannya benar atau tidak dan siapa pelakunya," pungkasnya. (BR8/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru