Kamis, 03 April 2025
Membangun Masyarakat Berbudaya dan Membudayakan Masyarakat Pariwisata

Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli - Universitas Udayana Bali Tandatangani Kerjasama

* GM Immanuel Panggabean Undang Wakil Gubernur Bali Sudikerta Tularkan Masyarakat Pariwisata ke Tapanuli
- Senin, 16 Oktober 2017 10:53 WIB
1.183 view
Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli - Universitas Udayana Bali Tandatangani Kerjasama
SIB/eksklusif
MOU: Rektor Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli, Ir Adriani Siahaan MP dan Rektor Universitas Udayana Bali, Prof Dr dr Raka Sudewi, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) program kerjasama pendidikan, budaya dan pariwisata, disaksikan oleh Ketua BPH
Bali (SIB)- Rektor Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) dan Universitas Udayana (UNUD) Bali menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk bekerjasama dalam membangun masyarakat berbudaya dan membudayakan masyarakat pariwisata di kawasan Danau Toba.

MoU ditandatangani oleh Rektor UNITA, Ir Adriani H Siahaan MP dan Prof Dr dr Raka Sudewi di ruang pertemuan Gedung Rektorat UNUD, di Bukit Jimbaran, Bali, Jumat pagi (13/10) diisi dengan pertukaran cinderamata.

Kerjasama yang digagasi Ketua BPH UNITA, GM Immanuel Panggabean, BBA kepada Rektorat UNITA ini didasari komitmen UNITA untuk dapat berpartisipasi dalam mendukung program pembangunan pariwisata Danau Toba yang gencar dilaksanakan pemerintahan Jokowi-JK dari sektor Sumber Daya Manusia (SDM).

Rektor dan Ketua BPH UNITA dalam acara penandatanganan MoU itu menyampaikan misi UNITA untuk mendapatkan partisipasi dari pihak terkait di Bali sebagai suhu dalam dunia pariwisata.

Dalam hal ini UNITA menggandeng pihak UNUD untuk dapat berbagi keahlian dan pengalaman dari segi pendidikan, kepariwisataan, kebudayaan dan ekonomi untuk membangun masyarakat kepariwisataan di kawasan kabupaten di daerah tangkapan air Danau Toba.

Sementara Rektor UNUD, Raka Sudewi, yang menyambut baik kesepahaman yang dibuat oleh kedua perguruan tinggi ini, menyampaikan UNUD yang telah menghasilkan 78.000 lebih alumni saat ini mengelola 13 fakultas dengan 25 Program Studi (PS) Magister dan 11 PS Doktor dengan jumlah 27.000 lebih mahasiswa per TA 2016/2017. Di antaranya terdapat mahasiswa asing sebanyak 3.000 lebih (selama 2013-2016).

Khusus untuk kepariwisataan, UNUD mengelola Fakultas Pariwisata hingga ke tahapan Pasca Sarjana yang terdiri dari PS Kajian Pariwisata  (S2) dan Pariwisata (S3).

Yang menarik lagi UNUD menganggap penting melestarikan budaya sebagai aset bangsa sehingga mendirikan Fakultas Ilmu Budaya yang di dalamnya terdapat PS sastra nusantara dan internasional hingga antropologi budaya.

Ketua BPH UNITA GM Immanuel menyampaikan harapannya kepada Rektor UNUD dan jajarannya, melalui penandatangan MoU ini, kiranya dapat berprogres dengan melaksanakan berbagai kegiatan seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, penyelenggaraan safari workshop di Kampus UNITA (Tapanuli Utara) dan di berbagai tempat di Parapat (Simalungun) dan Samosir. Yang mana kegiatan ini didesain untuk dapat diikuti peserta dari bebagai kalangan mulai dari pemerintahan setempat, pelaku wisata bahkan masyarakat pedagang.

Dengan acara gathering seperti ini diharapkan kajian dan pengalaman wisata dan budaya yang saling mengkomplimen dapat ditransfer kepada masyarakat Tapanuli.

UNDANG WAGUB
Setelah penandatanganan MoU, UNITA diterima oleh Wakil Gubernur Bali Sudikerta, di Sanur. Dalam kesempatan itu, GM Immanuel menyampaikan maksudnya untuk mengundang kesediaan Sudikerta memberikan ceramah umum menyangkut kepariwisataan dan perekonomian di Kampus UNITA, di Desa Silangit, Tapanuli pada akhir November ini.

Sudikerta yang juga maju dalam Pilkada Bali ini, menyambut baik kerjasama yang dibangun dengan UNUD dan meyakininya akan bermanfaat sekali bagi masyarakat Danau Toba.

Sudikerta menekankan, seperti di Bali, sebagian besar masyarakatnya mengandalkan pariwisata sebagai sumber penghasilan karena disitu tersedia kesempatan kerja dan usaha perekonomian masyarakat. Sehingga sebagai pemerintahan, pihaknya terus menekankan masyarakatnya terus meningkatkan fasilitas-fasilitas wisata yang sudah ada dan membangun fasilitas baru lainnya yang inovatif dan kreatif.

Karena tanpa peningkatan ini, fasilitas sekarang bisa terlindas waktu.

Demikian juga dari sektor ekspor wisata seperti souvenir, handycraft hingga ikan hias dan lainnyan, Bali menghasilkan Rp52 triliun setiap tahunnya untuk negara. Namun dari jumlah  itu, Pemprov Bali hanya diberikan Rp2 triliun.

Dalam hal ini Sudikerta mengaku akan memperjuangkan adanya peningkatan pendapatan daerah Bali dari sektor ekspor wisata, seperti membangun pelabuhan peti kemas di Bali sehingga tidak hanya bergantung ke Surabaya. (R1/h)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru