Selasa, 04 Agu 2020
  • Home
  • Teknologi
  • Unpad Buat NanoMag PrintG, Komponen Lokal untuk PCR Test Kit13

Unpad Buat NanoMag PrintG, Komponen Lokal untuk PCR Test Kit13

redaksisib Kamis, 25 Juni 2020 17:46 WIB
Pipin/Humas Jabar

Gubernur Jabar Ridwan Kamil memperkenalkan dua alat tes COVID-19 hasil penelitian Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Institut Teknologi Bandung (ITB), yakni Rapid Test 2.0 dan Surface Plasmon Resonance (SPR), di Pusat Riset Bioteknologi Molekular dan Bioinformatikan Unpad, Kota Bandung pada Kamis, 14 Mei 2020. 

Tim dosen dan peneliti Universitas Padjadjaran (Unpad) membuat NanoMag PrintG. Ini adalah bagian tak terpisahkan atau penunjang esktraksi dalam pemeriksaan sampel pasien Covid-19 dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR).

“Harganya sebagai produk lokal ini bisa lebih murah 50 persen dari harga komersial,” kata anggota tim peneliti Savira Ekawardhani lewat keterangan tertulis, Sabtu.

PCR adalah metode pemeriksaan di laboratorium untuk mendeteksi material genetik dari virus, sel, atau bakteri tertentu. Savira mengatakan, pengujian dengan real time PCR memerlukan bahan untuk menangkap dan memisahkan molekul asam nukleat.

“Bahan komersial ini berupa magnetic beads dan biasanya harus diimpor dalam bentuk satu paket kit ekstraksi dengan harga tinggi,” katanya

Pusat Riset Nanoteknologi dan Graphene (PrintG) Unpad bekerja sama dengan Rumah Sakit Pendidikan Unpad serta Laboratorium Biologi Molekuler Unpad mengembangkan magnetic beads itu sebagai komponen dari kit ekstraksi RNA dalam skala laboratorium. RNA (ribonucleic acid) adalah molekul materi genetik yang ada pada virus Covid-19.

“Hasil uji sudah menunjukkan NanoMag PrintG dapat mengikat RNA SARS-CoV-2 (virus corona penyebab Covid-19) secara efektif,” ujarnya.

NanoMag PrintG dibuat dari partikel magnet Fe304 berlapis silika. Ukurannya dibuat sangat kecil dengan teknologi nano agar lebih efektif untuk proses ekstraksi. Bahannya, menurut Savira, dari unsur lokal.

Lembaga itu menyatakan mampu memproduksi nanobeads magnetik ini dalam jumlah yang memadai sesuai dengan kebutuhan. “Hanya memerlukan waktu dua hari saja untuk satu kali proses produksi,” katanya.

Savira menjelaskan, latar belakang pengembangan bahan ekstraksi itu karena potensi masyarakat terpapar Covid-19 masih besar. Akibatnya laboratorium kesehatan harus menguji sampel dalam jumlah banyak dan hasilnya segera diperoleh.

Saat ini, bahan ekstraksi lokal itu siap diproduksi massal oleh Unpad. Namun sebelumnya, Savira menambahkan, prosesnya harus melalui pengujian lagi untuk mendapat izin produksi dari pemerintah. (T/d)
T#gs COVID-19covid 19Gubernur Jabar Ridwan KamilNanoMag PrintGUniversitas Padjadjaran Unpadpolymerase chain reaction PCRteknologi
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments