Selasa, 18 Jun 2019
  • Home
  • Teknologi
  • CEO Apple Ingin Teknologi Diatur agar Tak Merusak Masyarakat

CEO Apple Ingin Teknologi Diatur agar Tak Merusak Masyarakat

admin Kamis, 02 Mei 2019 19:02 WIB
SIB/AP Photo
CEO Apple, Tim Cook
Perkembangan teknologi yang semakin pesat ibarat menjadi dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Di satu sisi, teknologi dapat mempermudah hidup manusia. Di sisi lain teknologi jugalah yang justru merusak tatanan hidup masyarakat.

Hal ini membuat CEO Apple Tim Cook turut berkomentar. Menurut dia, pemerintah harus memiliki regulasi khusus yang mengatur teknologi agar tak berimbas negatif kepada masyarakat.

Apalagi saat ini isu privasi dan data menjadi sebuah hal yang patut dilindungi. "Kita semua harus jujur dan kita harus mengakui bahwa apa yang kita lakukan tidak berhasil.

Teknologi perlu diatur. Sekarang ada terlalu banyak contoh bahwa tidak adanya regulasi mengakibatkan kerusakan besar pada masyarakat," ungkap Cook. Ia pun mengambil contoh aturan GDPR yang berlaku di wilayah Eropa.

Aturan ini, menurutnya, dapat ditiru dan diterapkan oleh parlemen untuk wilayah Amerika Serikat.

Regulasi GDPR adalah sebuah langkah yang benar. Kami sangat menganjurkan regulasi ini. Saya tidak melihat adanya jalan lain saat ini," lanjutnya. Dikutip The Verge, Kamis, pada kesempatan yang sama, bos Apple ini juga mengatakan bahwa perusahaan yang tengah ia pimpin juga bertanggung jawab untuk melindungi privasi serta data pengguna.

Ia juga mengatakan bahwa Apple saat ini tidak terafiliasi dengan organisasi politik tertentu atau tengah mendanai kandidat politik mana pun. Cook mengungkapkan bahwa dirinya sangat menolak jika Apple terlibat dalam urusan politik tertentu.

"Apple mungkin satu-satunya perusahaan besar atau salah satu dari sedikit perusahaan yang tidak memiliki political action committee (komite aksi politik). Saya menolak memilikinya karena itu memang tidak seharusnya ada," ungkap Cook. "Perusahaan tidak menyumbangkan apa pun kepada kandidat politik," katanya. (Kps/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments