Jumat, 21 Feb 2020
  • Home
  • Teknologi
  • BPPT Kurangi Dosis Teknologi Asing untuk Perkapalan

BPPT Kurangi Dosis Teknologi Asing untuk Perkapalan

Kamis, 15 November 2018 19:58 WIB
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengerahkan Kapal Baruna Jaya I dalam misi pencarian pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di Perairan Karawang pada Senin (29/10). Deputi Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam BPPT Hammam Riza mengatakan teknologi dalam Kapal Baruna Jaya I membuktikan bahwa Indonesia bisa berdikari tanpa harus bergantung pada teknologi miliki negara lain.

"Kami di BPPT berusaha mengoptimalkan seluruh peralatan teknologi agar kita bisa mandiri dan tidak bergantung kepada negara asing. Hilirisasi layanan teknologi BPPT dalam proses pencarian dan evakuasi JT610 menunjukkan peran teknologi yang signifikan," ujar Hammam dalam keterangan resmi kepada CNNIndonesia.com, Senin.

Hammam mengatakan betapa pentingnya peran penting teknologi dalam operasi SAR hingga pemetaan rawan bencana. Hal itu ia ungkap berdasarkan peran Baruna Jaya I yang berperan penting tidak hanya dalam kecelakaan kali ini, tapi juga dalam pemetaan bawah laut pasca Gempa Palu-Donggala, dan proses identifikasi Kapal Sinar Bangun di perairan Danau Toba, pertengahan 2018 ini.

"Inilah yang menjadi tugas BPPT untuk Indonesia, yakni dalam hal alih teknologi dan kliring teknologi. Itulah peran sesungguhnya BPPT bagi negara Indonesia. Agar kita tidak melulu memakai teknologi asing," tegasnya.

Sementara Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT M Ilyas menjelaskan bahwa Baruna Jaya I dilengkapi peralatan canggih seperti Multi Beam Echo Sounder, Side Scan Sonar, Magneto Meter atau (alat deteksi logam), Ping Locator, dan Remote Operate Vehicle (ROV).

"Kapal Baruna Jaya I dengan Multi Beam Echo Sounder mampu memetakan dasar laut hingga 11 kilometer. Sekali menyapu dasar laut bisa mendapatkan data image dan topografi dasar laut. Ini untuk mengidentifikasi objek dasar laut," ujar Ilyas. (CNN/f)
T#gs
Berita Terkait
    Komentar
    Komentar
    Silakan Login untuk memberikan komentar.
    FB Comments