Jumat, 21 Feb 2020
  • Home
  • Teknologi
  • Audio High Resolution Picu Peningkatan Speaker Wireless

Audio High Resolution Picu Peningkatan Speaker Wireless

Kamis, 15 November 2018 20:08 WIB
Perkembangan teknologi saat ini semakin pesat, tak terkecuali perangkat untuk mendengarkan musik atau speaker. Perangkat tersebut ada yang memiliki fitur kabel, bluetooth atau wireless.

Menurut salah satu CEO perusahaan distribusi barang elektronik di Indonesia V2 Indonesia, Rudi Hidayat  speaker wireless saat ini semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan perkembangan kualitas audio yakni High-Resolution (Hi-Res). Hi-Res Audio yakni teknologi terbaru audio dengan kualitas mumpuni.

"Wireless speaker sekarang sudah sangat meningkat. Di mana di Spotify sekarang juga mendukung Hi-Res. Jadi sekarang ini kita membutuhkan wireless speaker," saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta.

Menurut dia, wireless speaker saat ini mendukung resolusi audio tinggi. Sehingga mampu menampilkan performa yang terbaik. Ia juga mempercayai jika akan banyak merek-merek yang akan mendukung wireless speaker dan meninggalkan bluetooth speaker.

"Jarak satu speaker lain bisa mencapai 10 meter," tutur dia.

Untuk diketahui, V2 Indonesia dan KEF baru saja memperkenalkan speaker premium terbaru yang memiliki teknologi Uni-Q, KEF LSX. Ini merupakan versi terbaru dari LS50 wireless yang diluncurkan pada Juni 2018.

Menurut dia, respon pasar untuk produk yang dibanderol sekira Rp38,5 juta tersebut cukup besar.

"Pangsa pasar untuk premium segmen kategori itu 35 persen," katanya.

Lebih lanjut, untuk perangkat KEF LSX dengan level harga lebih rendah diharapkan mampu meraih pangsa pasar lebih besar hingga di atas 50 persen.

"Research pasar highend ada potensinya makanya kita launch di Pasific place. Animonya luar biasa Medan, Bandung dan Surabaya. Makanya kami akan buka store di Surabaya tahun depan," ungkap dia.

Sementara itu, saat ditanya apakah akan mengeluarkan perangkat yang lebih murah, dia mengungkapkan, "Pasti mereka (KEF LSX) akan keluar lagi versi lebih kecil, bisa satu tahun lagi. Kami juga produk 4 jutaan (beda pasar)".

Sementara itu untuk strategi pasarnya, dia mengatakan jika akan mengenalkan brand ke generasi milenial.

"Harus edukasi brand, karena generasi milenial itu belum tahu merek ini. Kalau umur 40 tahunan kan pasti sudah tahu. Supaya anak-anak muda ini tahu ada brand bagus," imbuh dia. (Okz/f)
T#gs
Berita Terkait
    Komentar
    Komentar
    Silakan Login untuk memberikan komentar.
    FB Comments