Kamis, 19 Sep 2019

Wisata Indonesia Belum Terbaik di Asia Tenggara

admin Minggu, 08 September 2019 11:31 WIB
The Travel & Tourism Competitiveness Report yang dirilis WEF ( World Economic Forum) 2019 menempatkan Indonesia lebih baik dari tahun lalu. Dari peringkat 40 di tahun 2017 menjadi peringkat 42 dunia di tahun 2019. Dibandingkan negara jiran di kawasan Asia Tenggara, berada di posisi keempat.

Indonesia meraih skor 4,3 dari total penilaian pilar-pilar seperti lingkungan bisnis, keamanan, kesehatan dan kebersihan, sumber daya manusia dan lapangan kerja, keberlanjutan lingkungan dan lainnya. Adapun skala penilaian, yaitu 1 untuk terburuk sedangkan angka 7 untuk terbaik. Pilar higienitas menjadi salah satu perbaikan yang dilakukan oleh Indonesia dan dinilai baik.

Banyak hal yang masih harus dibenahi jika ingin sektor pariwisata Indonesia menjadi nomor satu di Asia Tenggara. Sebab Malaysia saja masih jauh lebih unggul. Negara tetangga terdekat itu berada di posisi 29 dunia.

Padahal dari potensi, Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa. Lalu kenapa masih kalah dari negara-negara yang kondisinya relatif sama dengan Tanah Air. Malaysia misalnya, unggul di pillar lingkungan pendukung pariwisata, persaingan harga, dan infrastruktur pendukung.

Indonesia relatif terlambat melakukan pembenahan di sektor pariwisata. Pembangunan infrastruktur misalnya, baru gencar di era Jokowi. Di kawasan Danau Toba bisa dilihat pesatnya pembangunan untuk memudahkan akses wisatawan.

Tugas berat menanti Kementerian Pariwisata pada periode kedua Jokowi. Sebab telah dicanangkan untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai penyumbang devisa nomor satu di Indonesia. Selama ini pendapatan negara masih ditopang sektor perkebunan dan pajak.

Target untuk sementara bukan menjadi destinasi wisata terbaik dunia. Lebih baik fokus dulu menjadi nomor satu di Asia Tenggara. Gerakan mesti lebih cepat, sebab negara lain juga bergegas dalam rangka menarik perhatian wisatawan mancanegara.

Langkah pemerintah sudah tepat menetapkan destinasi wisata prioritas dan super prioritas. Sebab tak mungkin dalam saat bersamaan membangun dan membenahi semua. Danau Toba termasuk super prioritas untuk menjadi objek wisatawan andalan.

Penilaian daya saing pariwisata mengingatkan Indonesia masih tertinggal jauh. Terlalu cepat berpuas diri, sebab ternyata dibanding negara tetangga saja masih kalah, jangankan Amerika dan Eropa. Mari berbenah, bangun SDM yang unggul, agar wisata Indonesia maju. (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments