Rabu, 19 Jun 2019

Waspadai Makanan Kedaluwarsa

admin Minggu, 02 Juni 2019 10:13 WIB
Permintaan akan makanan, baik basah, maupun kering meningkat tajam menjelang Lebaran. Sebenarnya tren naik sudah terjadi di awal puasa. Kesempatan itu dimanfaatkan banyak pihak untuk meraup keuntungan.

Makanan tampak melimpah di pasar dengan berbagai penawaran. Pengusaha ritel memanfaatkan momen Lebaran ini untuk menghabiskan stok barang yang tersisa di gudang, sekaligus mencapai target penjualan tahunan. Untuk meraih minat konsumen, mereka biasanya melakukan berbagai strategi penjualan.

Cara yang umum dilakukan pusat perbelanjaan atau toko adalah dengan memberikan diskon besar-besaran. Perang diskon terjadi dan konsumen banyak yang tergiur. Mereka merasa sudah membeli dengan harga paling murah.

Jujur saja, mana ada pengusaha yang mau rugi. Pasti tidak akan mau menjual di bawah harga modal. Walaupun ada, mungkin hanya pada item tertentu saja, dan kerugiannya akan ditutupi dari penjualan barang yang lain. Jadi cuci gudang, dan diskon hanyalah strategi marketing belaka untuk menghabiskan stok dan meraup keuntungan yang besar.

Kadang, ada yang nakal dengan menjual makanan yang sebenarnya sudah kedaluwarsa. Berbagai modus dilakukan, agar konsumen tidak terlalu memerhatikannya. Warga karena tergiur harga, dan sedang butuh untuk keperluan Lebaran, sering kehilangan kewaspadaan.

Konsumen diharapkan mesti mewaspadai barang-barang tidak layak konsumsi yang kemungkinan beredar menjelang Lebaran. Sebaiknya mengecek apakah sudah mendekati kedaluwarsa atau bahkan sudah kedaluwarsa, dijual kembali. Apabila meragukan, sebaiknya jangan dibeli, meski mungkin harga lebih murah.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan dinas kesehatan di daerah perlu meningkatkan pengawasan dan operasi pasar menjelang pergantian tahun. Tak cukup dengan merazia di beberapa toko saja. Masyarakat mesti diedukasi mengenali mana yang sudah kedaluwarsa. Lalu pos pengaduan dibuka, bukan hanya secara fisik saja, tetapi juga secara daring. Melalui media sosial, konsumen mesti bisa menyampaikan laporan dan keluhannya.

Konsumen mesti bijak guna menghindari membeli barang yang tidak layak konsumsi. Sebaiknya terlebih dahulu memeriksa barang-barang apa saja yang perlu dibeli menjelang Lebaran. Ketika akan memutuskan membeli sebuah barang, pertimbangkan lagi sejauh apa kebutuhan membeli barang tersebut. Konsumen yang bijak takkan tergiur begitu saja dengan tawaran diskon besar-besaran.

Pengusaha yang nakal harus diberi tindakan tegas. Sebab makanan kedaluwarsa terkait dengan keselamatan yang mengonsumsinya. Sebab jika keracunan dan lamban mendapat pertolongan, akan mengancam nyawanya. (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments