Sabtu, 25 Mei 2019

Waspada Cacar Monyet Masuk Indonesia

admin Selasa, 14 Mei 2019 09:59 WIB
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah mengeluarkan surat edaran kepada semua Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk melakukan penjagaan secara preventif di setiap pintu masuk negara. Upaya preventif tersebut guna mengantisipasi penularan cacar monyet atau monkeypox. Apalagi negara Singapura telah mengumumkan penderita cacar monyet ada ditemukan di negaranya.

Singapura merupakan negara tetangga yang sangat dekat Indonesia. Setiap hari ada penerbangan dari berbagai kota ke negara tersebut. Mobilitas warga sangat tinggi, sehingga dikhawatirkan cacar monyet tersebut akan dibawa masuk ke Indonesia.

Kasus kematian akibat cacar monyet bervariasi. Berdasarkan catatan, kurang dari 10 persen dari kasus yang dilaporkan. Sebagian besar di antaranya adalah anak-anak. Sebab mereka tampaknya lebih rentan terhadap penyakit monkeypox ini.

Cacar monyet merupakan penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis). Inang utama dari virus ini adalah rodent (tikus). Sebenarnya, kasus penularan dari manusia ke manusia sangat jarang. Namun bukan mustahil terjadi, sehingga harus tetap waspada.

Masa inkubasi monkeypox biasanya enam hingga 16 hari atau lima hingga 21 hari. Gejala yang timbul berupa demam, sakit kepala hebat, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot dan lemas. Ruam pada kulit muncul pada wajah, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Ruam ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras. Biasanya diperlukan waktu hingga tiga minggu sampai ruam tersebut menghilang. Monkeypox biasanya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14 sampai 21 hari.

Mereka yang baru kembali dari wilayah terjangkit monkeypox seperti Singapura agar segera memeriksakan dirinya jika mengalami gejala-gejala penyakit tersebut. Warga sebaiknya menginformasikan kepada petugas kesehatan tentang riwayat perjalanannya dalam waktu kurang dari tiga pekan setelah kepulangan. Petugas kesehatan diwajibkan menggunakan sarung tangan dan baju pelindung saat menangani pasien atau binatang yang sakit.

Guna mengantisipasi penyebaran dan penularan virus cacar monyet, masyarakat diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan dengan sabun. Sebaiknya menghindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau material yang terkontaminasi. Warga juga diminta menghindari kontak dengan hewan liar atau mengonsumsi daging hewan liar itu.

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Itu sebabnya pintu masuk dari negara terjangkit cacar monyet mesti dijaga ketat. Warga yang masuk mesti dipastikan tidak terjangkit penyakit tersebut, serta bagi yang keluar diedukasi bagaimana mencegahnya.(**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments