Senin, 01 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran

Ujian Nasional di Bawah Bayang Wabah Virus Corona

Tajuk
Senin, 16 Maret 2020 12:19 WIB
kalderanews.com

Ilustrasi

Hari ini Ujian Nasional (UN) 2020 telah dimulai. Ada sejumlah perubahan pada penyelenggaraan UN terakhir dalam sejarah ini. Sebab Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah memutuskan menghapus UN mulai tahun depan.

Tahun ini tercatat ada 7.450 sekolah yang menggelar ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP). Sementara 98.293 sekolah sudah dipastikan bisa menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Peserta UNKP sebagian besar berada di wilayah Papua, Maluku Utara, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Maluku, hingga Sulawesi Tenggara.

Pada tingkat SMP, hanya ada tujuh provinsi yang 100 persen sekolah di wilayahnya menggelar UNBK. Antara lain Aceh, DKI Jakarta, Jogjakarta, dan Jawa Timur. Daerah lain masih terkendala ketersediaan infrastruktur dengan berbagai kondisi yang berbeda.

Distribusi kesukaran soal sama dengan tahun lalu. Komposisi soal berdasar level kognitif dibagi menjadi tiga. Sebanyak 10"15 persen untuk penalaran, 50"60 persen untuk aplikasi, dan 25"30 persen untuk pengetahuan-pemahaman.

Setidaknya ada lima hal baru dalam penyelenggaraan UN kali ini. Pertama, jadwalnya maju sepuluh hari. Tahun lalu UN SMK dimulai 26 Maret, sekarang mulai 16 Maret sampai 19 Maret. Kedua, ujian perbaikan yang awalnya dibatasi untuk siswa SMA dan SMK sederajat kini diperlebar. Siswa SMP/MTs sederajat yang tak puas dengan nilainya diperbolehkan mengikuti ujian perbaikan mulai tahun ini.

Ketiga, ada perubahan terkait dengan jumlah mata pelajaran (mapel) yang diujikan untuk pendidikan kesetaraan paket B dan paket C. Jika selama ini ujian paket C terdiri atas tujuh mapel, tahun ini jumlahnya dipangkas jadi empat. Meliputi bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, dan satu mapel pilihan sesuai jurusan.

Paket B tetap mengujikan enam mapel, yakni bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris, PPKN, IPA, dan IPS. Keempat, mulai tahun ini siswa berkebutuhan khusus ataupun difabel tidak wajib mengikuti UN. Terakhir, pemindaian lembar jawaban UNKP dilaksanakan Lembaga Peningkatan Mutu Pendidikan (LPMP).

UN kali ini di bawah bayang-bayang ketegangan global akibat virus corona. Beberapa kota sudah melakukan "lock down" secara terbatas, meski secara nasional masih belum diputuskan. Diharapkan tetap ada tindakan pencegahan agar siswa yang UN tidak khawatir tertular.

Protokol penyelenggaraan UN mengantisipasi wabah Covid-19. Ada beberapa hal yang wajib dipenuhi. Pertama, menghindari kontak fisik langsung. Bersalaman, cium tangan, berpelukan, dan lainnya untuk sementara tidak diperbolehkan. Kemudian, peserta dan pengawas wajib mencuci tangan dengan air dan sabun atau cuci tangan berbasis alkohol sebelum dan sesudah ujian.

Bagi siswa yang UN tak perlu khawatir. Tetap tenang dalam mengerjakan soal. Sepanjang mematuhi protokol penanggulangan virus corona, maka akan aman. Selamat ujian! (**)

T#gs
LebaranDPRDTebing
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments