Selasa, 21 Mei 2019

Trans Sumatera Hapus Kesenjangan dengan Pulau Jawa

admin Jumat, 15 Maret 2019 11:25 WIB
Pemerintahan Jokowi memacu pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa, termasuk Sumatera. Pembangunan jalan Tol Trans Sumatera sepanjang 2.700 km yang sedang dibangun pemerintah melalui PT Hutama Karya (HK). Pemerintah menargetkan, lima tahun akan datang, 2024, Tol Trans Sumatera sepanjang 2.700 km sudah bisa dioperasikan.

Ruas tol yang selesai dibangun mencapai 180 km, termasuk 140 km Bakauheni-Terbanggi Besar, Lampung dan telah diresmikan Presiden Jokowi, pekan lalu. Total investasi pembangunan Tol Trans Sumatera mencapai Rp 476 triliun. Trans Sumatera bukan sebuah jalan tol yang lurus dari Banda Aceh ke Bandar Lampung.

Di beberapa lokasi ada jalur khusus, seperti Medan-Sibolga, Medan-Tebing Tinggi, Pekanbaru-Padang, dan Palembang-Bengkulu. Semua kota besar di Sumatera bisa diakses lewat tol. Tujuannya guna memperlancar pergerakan manusia dan barang.

Memang ada kritikan tentang pembangunan Trans Sumatera Utara. Antara lain karena butuh dana yang sangat besar sehingga dianggap akan membebani keuangan negara. Argumen lain, jalan yang ada sekarang dinilai masih memadai, dan yang diperlukan hanya perbaikan yang rusak.

Sepintas kritikan ini seolah menganggap Trans Sumatera belum prioritas. Padahal, Sumatera sangat strategis, terutama dari sisi ekonomi. Daerah ini juga sudah padat penduduknya, dibanding pulau lainnya di luar Jawa. Tentu perlu ada terobosan seperti jalan tol untuk memicu pertumbuhan.

Sumatera merupakan penghasil utama komoditas perkebunan dan mineral. Sebut saja mulai dari sawit, kopi, kakao, kayu, besi, batu bara, urea, timah, hingga migas. Sebagai sentra energi, kegiatan ekonomi di pulau ini akan lebih efisien, jika dilakukan di sana.

Imdustri harus dibangun berdekatan dengan penghasil bahan mentah dan baku. Seperti konsep kawasan ekonomi khusus Sei Mangke, yang menampung produk perkebunan sawit dan kemudian mengolahnya sebagai produk turunan, sehingga saat diekspor memiliki nilai tambah. Jalan tol dan jalur kereta api diperlukan sebagai akses dalam menyambung satu sentra ke sentra lainnya.
Harus diakui ada kesenjangan Sumatera dengan Pulau Jawa selama ini. Hal ini sudah berlangsung lama, padahal Sumatera sejak negara ini berdiri, merupakan penyumbang devisa negara. Jadi pembangunan infrastruktur seperti Trans Sumatera mengurangi bahkan menghapus kesenjangan tersebut.

Manfaat pembangunan tidak seperti makan cabe. Sumatera akan mengalami percepatan ekonomi dengan adanya pembangunan infrastruktur tersebut. Pulau Jawa dan luar Jawa sebagai sesama anak bangsa, sudah saatnya duduk dan berdiri sama tinggi, sebagai bagian integral Indonesia. (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments