Senin, 22 Apr 2019

Tindakan Tegas Bagi Pencemar Danau Toba

admin Jumat, 01 Februari 2019 12:18 WIB
Pembiaran kasus pencemaran Danau Toba akan mengganggu agenda nasional untuk mendatangkan 20 juta turis ke Indonesia. Sebab wisatawan sangat sensitif dengan isu lingkungan. Bagaimana mereka mau mandi di air yang disebut telah tercemar.

Padahal pemerintah pusat sudah menggelontorkan begitu banyak dana membangun infrastruktur. Jalan dan jembatan dibenahi serta bandara dibangun. Promosi juga gencar dilakukan di dalam dan luar negeri. Tetapi itu bisa sia-sia, jika gagap mengurus kasus pencemaran Danau Toba.

Memang aparat terkait masih mencari bukti pencemaran tersebut dan siapa pelakunya. Tetapi informasi telah meluas di media massa dan media sosial. Paling tidak orang yang mendengar dan membacanya akan terpengaruh.

Jika sudah terbentuk opini publik bahwa Dana Toba menjadi tempat pembuangan ikan mati, maka bermakna lonceng kematian pariwisata. Apapun yang ditawarkan meyakinkan pelancong, tidak terlalu bermanfaat. Jika berlarut-larut akan sulit meluruskannya kembali.

Lambannya pengusutan kasus pencemaran Danau Toba memberi dampak negatif. Pengaruh ke lingkungan alam sudah pasti ada. Lebih berbahaya adalah orang merasa wajar dan tak masalah menjadikan Danau Toba sebagai "tong sampah".

Apabila sikap demikian muncul, maka kiamatlah pariwisata Danau Toba. Sebab "jualan" Danau Toba adalah keindahan panorama, keasrian alam dan kesejukannya. Jika limbah melimpah di sana, maka keunggulan tadi akan tergerus.

Itu sebabnya peringatan keras saja tak memadai. Harus ada tindakan yang tegas bagi pelakunya. Bukan hanya dalam rangka penegakan hukum saja, tetapi lebih kepada aksi memberi efek jera. Orang-orang harus kapok mencemari Danau Toba, termasuk membuang sampah.

Diharapkan ada penjelasan ke publik, apa hasil penyelidikan aparat dan siapa yang harus bertanggung jawab. Jika makin lama, justru akan menimbulkan opini baru bahwa aparat tak serius. Hal ini bisa memicu terjadinya aksi main hakim sendiri sebagai akibat ketidakpercayaan publik terhadap hukum.

Saat ini warga Danau Toba masih menunggu aksi penegakan hukum atas pelaku pencemaran. Mari bantu aparat dalam melaksanakan tugasnya. Jika ada bukti gambar, video dan testimoni, bisa diserahkan agar proses penyelidikan serta penyidikan bisa dipercepat. (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments