Selasa, 25 Feb 2020
Banner Menu
Detail Utama 1

Tindakan Konkret Tanggulangi Banjir

Tajuk
Kamis, 30 Januari 2020 11:21 WIB
beritariau.com

Ilustrasi

Kota Medan kembali dilanda hujan deras disertai petir dan angin kencang sejak Rabu dinihari. Akibatnya sejumlah titik yang sebenarnya sudah "langganan" kembali mengalami banjir. Kawasan yang terendam air meliputi Kecamatan Medan Labuhan, Medan Tembung, Medan Marelan dan Kecamatan Medan Timur.

Banjir besar juga melanda kawasan Barus, Tapanuli Tengah. Dilaporkan ada korban hanyut, selain harta benda lainnya. Dalam skala berbeda, banjir terjadi di berbagai daerah lainnya.

Orang bisa saja berdalih banjir tersebut karena faktor alam. Memang benar, curah hujan agak tinggi belakangan ini di wilayah Sumut. Apalagi durasinya juga agak lama, bisa hingga 4-8 jam.

Sebenarnya banjir bukanlah hal baru lagi bagi warga Medan dan Sumut. Masalah ini selalu terulang setiap tahun. Pemerintah daerah boleh berganti, namun banjir masih tetap ada. Hujan deras saja dalam beberapa menit, sudah langsung menggenang, apalagi berjam-jam, air sungai bisa meluap ke permukiman warga.

Sayangnya, meski selalu menjadi langganan, belum ada hasil dari tindakan yang diambil Pemda untuk menanggulanginya dalam jangka panjang. Tindakan masih bersifat reaktif, hanya jika ada masalah baru ditangani. Air surut secara alami, karena mengalir sendiri ke tempat lain.

Penanganan banjir secara terpadu mesti dirumuskan segera. Tak cukup hanya mengorek parit dari lumpur dan sampah. Sungai Deli dan Babura misalnya yang berada di Medan, perlu segera direvitalisasi. Bagian yang sudah mengalami pendangkalan harus dikorek.
Memang benar, pemicu banjir kali ini adalah tingginya curah hujan, yang diperparah dengan durasinya lama. Ini membuktikan daya tahan kota ini terhadap curah hujan sangat rentan. Drainase tak berfungsi dengan baik, begitu juga daya tampung sungai makin rendah, akibat pendangkalan dan penyempitan yang disebabkan ulah manusia.

Diharapkan solidaritas terhadap korban banjir semakin meningkat. Bentuknya bukan sekadar memberi bantuan berupa sembako, namun harus ada tindakan konkret dalam menanggulangi banjir di masa depan.

Bangsa ini harus makin siap menghadapi bencana yang bisa datang kapan saja. Tim tanggap darurat sebaiknya ada di setiap tingkatan pemerintahan. Relawan dicatat dan siap digerakkan kapan saja atas nama kemanusiaan. (**)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments