Senin, 20 Mei 2019

Tetap Siaga Bencana

admin Rabu, 08 Mei 2019 14:51 WIB
Gunung Sinabung kembali menyemburkan debu hingga ketinggian sekitar 2 kilometer. Kali ini bukan hanya Karo saja terkena dampaknya. Kabupaten tetangga seperti Simalungun ikut disiram debu yang berasal dari perut bumi tersebut.

Meski erupsinya seperti mendadak setelah beberapa seperti tidur, warga Karo sekitar Sinabung tidak lagi panik. Mereka sudah tahu harus berbuat apa dan zona mana yang harus dihindari. Bahkan bersiaga, siapa tahu ada banjir lahar, mengingat hujan yang kerap turun belakangan ini.

Erupsi Gunung Sinabung adalah bencana alam. Tak seorangpun bisa memastikan kapan akan berhenti. Walau ada yang berupaya memprediksi, namun sejarah mencatat, belum ada ahli yang bisa memberi kepastian kapan gunung meletus dan berhenti.

Itu sebabnya jauh lebih penting untuk mempersiapkan warga sekitar Gunung Sinabung agar selalu siaga bencana. Itu sebabnya edukasi dan sosialisasi mesti berkelanjutan. Bukan hanya untuk orang dewasa saja, tetapi wajib menjangkau anak-anak usia dini.

Jepang merupakan teladan dalam keberhasilannya melatih warganya menghadapi bencana. Negara Sakura tersebut sadar rawan bencana terutama gempa. Itu sebabnya warganya sudah tahu berbuat apa saat ada gempa.

Bukan hanya warganya saja dilatih, bangunan juga didesain ramah gempa. Sebab dari pengalaman, bukan gempanya yang membuat korban jatuh, tetapi bangunan yang runtuh. Itu sebabnya ada regulasi yang ketat tentang spesifikasi bangunan yang tahan gempa.

Mengingat erupsi Gunung Sinabung sudah bertahun-tahun, maka warga harus disiapkan "hidup bersama" bencana. Bukan pasrah, tetapi berani menghadapi kenyataan. Kehidupan harus tetap berlanjut, tetapi sedapat mungkin meminimalkan jatuhnya korban manakala ada erupsi.

Tanda-tanda zona merah mesti lebih atraktif sehingga orang baru langsung mengerti daerah itu mesti dihindari. Warga diedukasi bagaimana beradaptasi dengan erupsi. Misalnya, tanaman apa yang cocok ditanam dan menghasilkan uang bagi petani.

Warga mesti tetap mendapat penguatan. Diharapkan dukungan ke Karo tidak berhenti. Kajian tentang pascabencana mesti dilakukan, sehingga kebijakan pembangunan bisa tepat sasaran sesuai kebutuhan warga.(**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments