Selasa, 15 Okt 2019

Terima-kasih Polisi

admin Senin, 01 Juli 2019 13:00 WIB
Setiap 1 Juli Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memeringati Hari Bhayangkara yang merupakan hari lahirnya. Tahun ini HUT ke-73 Bhayangkara, jatuh pada Senin 1 Juli 2019. Tema kali ini, "Dengan Semangat Promoter dan Pengabdian Polri untuk Masyarakat, Bangsa dan Negara".

Hari bersejarah itu diambil dari momen terbitnya Penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 11/S.D pada 1 Juli 1946. Djawatan Kepolisian Negara disebutkan bertanggung-jawab langsung kepada Perdana Menteri. Sebelumnya Inspektur Kelas I (Letnan Satu) Polisi Mochammad Jassin, Komandan Polisi di Surabaya, pada tanggal 21 Agustus 1945 memproklamasikan Pasukan Polisi Republik Indonesia.

Pada awalnya kepolisian berada dalam lingkungan Kementerian Dalam Negeri dengan nama Djawatan Kepolisian Negara. Polisi bertanggung-jawab untuk masalah administrasi ke Kemendagri. Masalah operasional mereka bertanggung jawab kepada Jaksa Agung.

Pada era Orde Lama, Presiden Soekarno menyatakan akan membentuk ABRI yang terdiri dari Angkatan Perang dan Angkatan Kepolisian. Tap MPRS No. II dan III tahun 1960 menyatakan ABRI terdiri atas Angkatan Perang dan Polisi Negara. Tanggal 19 Juni 1961, terbit UU Pokok Kepolisian No. 13/1961, yang menegaskan kedudukan Polri sebagai salah satu unsur ABRI yang sederajat dengan TNI AD, AL dan AU.

Setelah reformasi, muncul desakan pemisahan Polri dan ABRI. Polisi bukanlah militer, melainkan bagian dari masyarakat sipil. Presiden B.J Habibie melalui Instruksi Presiden No.2 tahun 1999 menyatakan bahwa Polri dipisahkan dari ABRI.

Pemisahan ini pun dikuatkan dengan amendemen Undang-Undang Dasar 1945 ke-2 yang menyebutkan Polri bertanggungjawab dalam keamanan dan ketertiban. TNI ditugaskan bertanggungjawab dalam bidang pertahanan. Tanggal 8 Januari 2002, terbitlah UU Nomor 2 Tahun 2002 mengenai Kepolisian Republik Indonesia yang ditandatangani Presiden Megawati Soekarnoputri.

Di usia ke-73, Polri makin dewasa dan kinerjanya terus membaik. Berbagai kasus besar dan isu nasional seperti pengamanan Pemilu 2019, diselesaikan dengan baik. Bahkan ketika menyentuh masalah sensitif, karena ada dugaan keterlibatan purnawirawan TNI dalam rusuh 21 Mei 2019, bisa ditangani dengan baik.

Padahal setelah pemisahan dari TNI, acapkali terjadi tensi tinggi karena ada gesekan. Kapolri Jenderal Tito yang mendengungkan polisi yang "promoter" (profesional, modern dan terpercaya) bisa mengelola komunikasi dengan baik. Hubungan yang terjalin apik dengan Panglima TNI, membuat Polri bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.

Kita berharap Polri tak melupakan jati dirinya sebagai bagian dari masyarakat sipil. Seiring usia bertambah, tentu masih terus diharapkan peningkatan profesionalitas dalam melaksanakan penegakan hukum dalam skala besar, hingga menjaga ketertiban masyarakat sampai ke jalan raya yang belakangan kurang mendapat perhatian.

Terimakasih karena telah menjaga NKRI. Selamat HUT ke-73 Bhayangkara. (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments