Kamis, 19 Sep 2019

Tenaga Kerja Terlatih

admin Selasa, 10 September 2019 12:17 WIB
Jepang saat ini kekurangan pekerja. Itu sebabnya negara Matahari Terbit tersebut meminta bantuan Indonesia mengirimkan lebih banyak tenaga kerja terlatih. Mereka akan ditempatkan di sektor industri otomotif dan makanan.

Ini peluang besar bagi Indonesia yang jumlah tenaga kerjanya melimpah. Penduduknya merupakan yang terbesar keempat dunia, setelah Amerika Serikat, India dan China. Apalagi Indonesia diperkirakan akan mendapatkan bonus demografi pada tahun 2020-2030 dengan jumlah usia angkatan kerja mencapai sekitar 70 persen.

Bonus demografi ini bisa menjadi bencana jika tak dikelola dengan baik. Sebab mereka memerlukan lapangan pekerjaan yang banyak. Jika tak tersedia, pengangguran meningkat dan menimbulkan masalah sosial.

Sebaliknya bonus demografi menjadi berkah saat diberdayakan pada posisi yang tepat. Ketersediaan angkatan kerja menjadi daya tarik Indonesia. Mereka bukan saja bekerja di dalam negeri, tetapi bisa ekspansi ke mancanegara.

Persoalannya, dunia kerja memerlukan mereka yang terlatih. Data dari BPS, sekitar 60 persen angkatan kerja Indonesia didominasi lulusan SD dan SMP. Kebanyakan tidak memiliki keahlian yang memadai untuk bekerja di luar negeri.

Tak heran, kalaupun dikirim ke mancanegara, mereka bekerja di sektor informal. Ada yang menjadi pembantu rumah tangga dan bangunan. Sangat sedikit yang masuk di sektor formal, karena minimnya keahlian.

Itu sebabnya, pendidikan vokasi dan pelatihan mesti diperbanyak. Memang Indonesia sudah menargetkan 1,4 juta pekerja terlatih. Jumlahnya perlu ditambah sebab bukan lagi hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Untuk mewujudkannya, pemerintah sebaiknya menggandeng balai latihan kerja swasta. Semakin banyak terlibat semakin baik, agar jumlah tenaga terdidik meningkat jumlahnya. Mengingat kebutuhan tersebut sudah mendesak.

Permintaan Jepang harus menjadi momentum menggenjot ketersediaan tenaga terdidik. Pengiriman tenaga kerja tak terdidik ke luar negeri sudah saatnya dikurangi. Pemerintah mesti memastikan warga Indonesia yang bekerja di mancanegara merupakan yang ahli dan terlatih. (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments