Senin, 21 Okt 2019

TNI Polri Kawal Proses Demokrasi

admin Jumat, 19 April 2019 15:57 WIB
Klaim kemenangan sepihak tanpa menunggu hasil perhitungan KPU dalam Pemilu 2019, memang sangat berbahaya jika akal sehat tak lagi menjadi pegangan dan justru emosi yang menonjol.

Hal itu sangat dipahami TNI Polri sebagai penanggung-jawab di bidang pertahanan, keamanan dan ketertiban Indonesia. Mereka langsung bereaksi dengan melakukan pertemuan di antara pimpinan kedua institusi dan Menkopolhukam. Di hadapan wartawan, baik Panglima TNI dan Kapolri menegaskan tekadnya mengawal proses demokrasi dalam tahapan selanjutnya Pemilu 2019.

Masyarakat diminta agar tidak melakukan upaya mobilisasi setelah adanya hasil quick count dan menghormati akhir tahapan pesta demokrasi yakni penghitungan suara resmi Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

TNI Polri akan menindak tegas setiap aksi yang dianggap inkonstitusional dan yang mengganggu tahapan Pemilu. Polri bekerja sama dengan TNI untuk mengatasi segala upaya yang bertentangan dengan aturan hukum atau inkonstitusional.

Peringatan tersebut bukanlah basa basi. TNI Polri pasti memiliki alasan yang kuat untuk meredam segala upaya melakukan gangguan keamanan dengan berbagai dalih tentang Pemilu 2019. Apalagi sejak awal sudah ada tudingan sepihak bakal terjadi kecurangan dan KPU dianggap tak kredibel.

Padahal sebenarnya terlalu dini menolak hasil Pemilu. Sebab prosesnya masih berlangsung. Kalaupun ada kekurangan di TPS, bisa dilakukan perbaikan, mulai hitung ulang hingga pemungutan suara diulang. Protes dan masukan masih terbuka secara berjenjang hingga ke pusat.

Ketidakpuasan bisa disalurkan secara konstitusional. Putusan KPU masih terbuka digugat ke Mahkamah Konstitusi, apabila merasa masih ada kecurangan atau persoalan lain. Sebaiknya semua pihak menahan diri untuk tidak berbuat anarkis dan menunggu hasil resmi KPU.

Pernyataan sejuk Jokowi sebenarnya patut menjadi perhatian. Meski diunggulkan hasil hitung cepat, tak ada euforia atau deklarasi kemenangan. Malah meminta semua pihak bersatu kembali membangun bangsa dan negara.

Mantan Presiden BJ Habibie juga telah menegaskan siapapun pemenang, mereka yang menang adalah rakyat Indonesia. Capres cawapres yang bertanding dalam Pemilu 2019 adalah aset bangsa. Keduanya mesti bekerjasama, baik yang menang maupun kalah dalam Pilpres 2019 demi terwujudnya Indonesia yang maju.

Kita yakin TNI dan Polri yang takkan membiarkan adanya gangguan keamanan pasca pemungutan suara 17 April. Semoga TNI Polri tak perlu melakukan tindakan represif, sebab warga yang tak puas juga anak bangsa. Untuk itu, elite partai harus berjiwa besar dan berkewajiban menenangkan massanya untuk tidak bertindak anarkis. (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments