Rabu, 13 Nov 2019

Sumut dan Medan yang Layak Anak

admin Selasa, 13 Agustus 2019 10:54 WIB
Kemarin provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Kota Medan menyatakan kesiapannya menjadi daerah yang layak anak. Sebagai komitmen, para pemimpin daerah menandatangani nota kesepahaman. Tujuannya memastikan semua anak yang memerlukan perlindungan khusus mendapatkan layanan mulai dari layanan pengaduan, kesehatan, rehabilitasi sosial, bantuan hukum sampai pada layanan reintegrasi serta mencegah kekerasan terhadap anak.

Ada delapan kriteria kota layak anak menurut peraturan Menteri Negara PPPA RI nomor 13 Tahun 2011. Pertama, adanya peraturan perundang-undangan dan kebijakan untuk pemenuhan hak anak. Kedua, persentase anggaran untuk pemenuhan hak anak, termasuk anggaran untuk penguatan kelembagaan.

Ketiga, jumlah peraturan perundang-undangan, kebijakan, program dan kegiatan yang mendapatkan masukan dari forum anak dan kelompok anak lainnya. Keempat, tersedianya sumber daya manusia (SDM) terlatih Konvensi Hak Anak (KHA) dan mampu menerapkan hak anak ke dalam kebijakan, program dan kegiatan. Kelima, tersedia data anak terpilah menurut jenis kelamin, umur dan kecamatan;

Keenam, keterlibatan lembaga masyarakat dalam pemenuhan hak anak. Ketujuh, keterlibatan dunia usaha dalam pemenuhan hak anak, presentase anak yang teregistrasi dan mendapatkan Kutipan Akte Kelahiran. Terakhir tersedia fasilitas informasi layak anak.

Berarti Provinsi Sumut termasuk Medan harus memastikan delapan kriteria ini mesti dipenuhi jika ingin menjadi daerah yang layak anak. Tentu tidak mudah, dan tidak bisa hanya Pemda yang mewujudkannya. Semua pemangku kepentingan harus terlibat dan proaktif sesuai dengan fungsi masing-masing.

Tak cukup hanya menyediakan anggaran dalam APBD dan berbagai macam regulasi pendukung. Ada poin keterlibatan masyarakat, dan dunia usaha. Tentu tak mudah menyadarkan mereka tentang penghargaan terhadap hak-hak anak.

Kriteria terakhir adalah tersedianya fasilitas informasi layak anak. Sebaiknya pers dilibatkan agar informasi tersebut dengan mudah bisa diakses. Jangan hanya menyediakannya di website, yang belum tentu diketahui khalayak ramai.

Perlu waktu yang panjang menyiapkan Sumut menjadi daerah layak anak. Diharapkan tidak sekadar mengejar target sehingga dikebut, seolah sudah memenuhi syarat secara formal. Tetapi masyarakat di bawah tidak mengerti bagaimana memperlakukan anak dengan benar.

Kita mesti optimistis Sumut dan Medan bisa menjadi daerah menjadi layak anak. Sikap pesimistis harus disingkirkan. Butuh kerja keras dan kerja sama semua pihak. Mari wujudkan ruang publik dan domestik, menjadi tempat yang nyaman serta ramah bagi anak-anak. (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments