Senin, 21 Okt 2019

Semoga Caleg Tidak Masuk RS Jiwa

Rabu, 22 Januari 2014 10:58 WIB
HASRAT ingin berkuasa melalui lembaga legislatif telah membuat para Caleg berani mengeluarkan cost politik yang besar, bahkan melebihi kemampuannya. Bukan rahasia umum lagi bahwa untuk bisa duduk di DPR RI harus menyediakan kocek sebesar Rp 3 miliar supaya bisa lolos, itupun belum jaminan. Konon menurut kalkulasi kasar, untuk duduk di DPRD Provinsi saja bisa membutuhkan biaya paling minim Rp 500 juta, itupun belum jaminan. Untuk DPRD Kabupaten dan Kota minimal  Rp 300 juta. Angka-angka di atas bukanlah angka kecil.

Ketika nafsu ingin berkuasa makin besar, apapun akan dilakukan demi menjadi anggota DPR yang katanya dipanggil dengan sebutan bapak "dewan yang terhormat". Kalau motivasinya Caleg ingin berkuasa ini sangat membahayakan baik untuk diri sendiri, keluarga, juga untuk negara karena ancaman korupsi akan makin besar. Jika kelak terpilih maka dia akan melakukan "revans" terhadap sumber daya negara, APBN dan APBD. Wajar saja banyak anggota DPR yang jadi pemborong atas nama orang lain karena ingin mengembalikan modalnya.

Kalau ada stok uang masih mendingan. Masalahnya, bagaimana jika uang yang dibelanjakan yang disebut cost politik (biaya) tersebut merupakan uang pinjaman? Mengingat saat ini belanja para Caleg sudah makin gila-gilaan. Dimana-mana banyak Caleg menyumbang STM (Serikat Tolong Menolong) masyarakat untuk membeli tenda dan kursi misalnya, menyumbang uang pada rumah ibadah, melakukan acara pertemuan konsolidasi sambil nyanyi bersama dan makan bersama. Semua ini membutuhkan uang yang sangat besar. Kalau kita mau jujur sebenarnya para Caleg ini sudah mulai mencuri start lebih dahulu untuk kampanye sementara aturan mengatakan kampanye belum bisa dimulai.

Yang kita khawatirkan nanti dari sikap ambisius para Caleg ini adalah mereka tidak siap untuk kalah dan menerima kenyataan. Kalau kalah dengan lebih dahulu mengeluarkan uang yang sangat besar maka mereka akan bisa menderita sakit jiwa. Untuk itu doa kita bersama jangan sampai ada Caleg yang masuk Rumah Sakit (RS) Jiwa.

Tetapi tidak bisa kita pungkiri tingkatan kekuatan mental seseorang dalam menerima kekalahan beda. Ada orang yang tidak siap menerima kekalahannya sehingga menderita gangguan jiwa. Peluang itu sangat besar mengingat dana yang sudah keluar sudah sangat besar sementara kursi DPR sangatlah terbatas.

Bahkan salah satu RS Jiwa Menur di Surabaya sudah mematok harga kamar VIP sebesar Rp 570.000 dengan tujuan supaya Caleg siap menerima kekalahan. Tidak terbantahkan memang setiap tahun ada saja Caleg yang masuk RS Jiwa karena tidak bisa menerima kekalahannya. Dihimbau kepada semua Caleg yang akan bertarung supaya menggunakan cost yang kecil dengan tujuan memberikan pendidikan politik bagi rakyat. Kalau penting semua Caleg berkomitmen tidak melakukan praktek money politics yang berdalih "sumbangan”.

Harapan kita Pemilu 2014 ini para Caleg yang terpilih adalah Caleg yang tidak banyak mengeluarkan uang yang begitu banyak supaya bisa bekerja maksimal. Caleg yang menghamburkan uang jika terpilih hanya akan berpikir bagaimana mengembalikan uang  yang sudah keluar yang dalam teori ekonomi disebut sebagai modal produksi. Terlepas siapa yang akan kalah, tetapi mental para Caleg harus siap menerima kekalahannya pada Pemilu 2014. (#)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments