Minggu, 05 Jul 2020
PalasBappeda

TAJUK RENCANA

Semangat Menuju New Normal

redaksisib Sabtu, 06 Juni 2020 12:02 WIB

Ilustrasi

Mungkin karena sudah lama beraktivitas di rumah saja demi memutus mata rantai penularan Covid-19, pemberlakuan New Normal disambut hangat masyarakat Kota Medan. Padahal kebijakan itu boleh diberlakukan bagi daerah yang memiliki indeks positif Covid rendah (wilayah zona hijau).

Bahkan Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution dalam suatu acara baru-baru ini mengakui bahwa Pemko Medan telah mempersiapkan era New Normal dengan alasan sejak 30 Mei sampai 2 Juni 2020 tidak ada penambahan jumlah positif Covid-19 di Medan. Kalau hal ini tetap dapat dipertahankan, katanya, Kota Medan siap untuk memasuki era New Normal.

Sementara itu Presiden Jokowi tidak merestui penerapan New Normal di Kota Medan dengan alasan wilayah ini masuk zona merah atau memiliki total pasien Covid lebih dari lima orang. Artinya, keinginan warga Kota Medan untuk memasuki era New Normal harus ditunda dulu dan semua pihak harus berupaya menekan agar jumlah warga positif tidak bertambah.

Sejumlah camat, lurah dan personel Satpol-PP Pemko Medan melakukan rapid test massal di Gedung Serbaguna PKK Kota Medan, Jalan Rotan Proyek Petisah, Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Rabu (3/6). Rapid test tersebut diikuti 143 gabungan camat dan lurah, serta 249 personel Satpol-PP.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, sejumlah orang dinyatakan reaktif.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan Mardohar Tambunan mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan tersebut didapati sebanyak 9 orang dari camat dan lurah dinyatakan reaktif dan 19 personel Satpol-PP juga didapati memperoleh hasil yang sama.

Dari kondisi ini bisa dilihat belum tampak adanya tanda-tanda penurunan jumlah warga positif Covid di Kota Medan. Berarti semangat menuju era New Normal harus dibarengi upaya dan usaha semua pihak, khususnya masyarakat dan pemerintah.

Kesadaran untuk melakukan protokol kesehatan harus benar-benar tinggi. Tidak ada lagi yang menganggap sepele dengan penyebaran virus berbahaya ini.

Kalau mau jujur, sangat miris melihat sikap sebagian besar warga Kota Medan yang menganggap protokol kesehatan hanya kepentingan pemerintah. Sehingga kerap terjadi main "kucing-kucingan" dalam penggunaan masker saat berada di luar rumah.

Bahkan ada beberapa kecamatan, misalnya Tembung dan Marelan, dikatakan seolah tak ada pandemi Covid di daerah itu, akibat ramainya suasana jalan dan tempat keramaian lain tanpa melakukan protokol kesehatan.

Kemudian banyak kritik juga disampaikan kepada aparat yang dianggap terlalu sibuk mengurusi dampaknya (bantuan sosial sembako dan lainnya) ketimbang upaya pencegahannya. Kritik ini sebaiknya diterima dengan hati dingin dan mencari solusi perbaikannya.

Kita tidak akan bisa memasuki era New Normal, bila tidak sungguh-sungguh dengan kesadaran tinggi menerapkan protokol kesehatan. Untuk ini kembali diingatkan tentang sikap empati yang tinggi, bahwa kita bersikap merasakan yang dirasakan orang lain. Jangan malah melakukan sikap egois yang kontra dengan perilaku itu.

Mari tunjukkan bahwa warga Kota Medan sosok yang cerdas dan peduli, sehingga harapan bisa memasuki hidup normal yang baru bisa segera terwujud. (***)
T#gs New Normaltajuk rencana
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments