Rabu, 23 Jan 2019

Risiko Tugas KPK

admin Jumat, 11 Januari 2019 10:39 WIB
Setiap profesi ada tugas dan tanggung jawab yang mesti dipenuhi. Untuk menjalankannya, pasti ada risiko dan konsekuensi. Begitu juga dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tentu ada yang tak suka, apalagi jika kenyamanannya terganggu.

Apalagi korupsi dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa. Jadi harus dihadapi pula dengan cara yang luar biasa. Koruptor biasanya adalah para pemegang kekuasaan dan antek-anteknya. Makin besar kuasa seseorang, maka jaringannya makin kuat dan luas.

Bisa dipastikan KPK pasti dimusuhi koruptor dan orang yang perilakunya koruptif. Mungkin selama ini leluasa menggerogoti uang negara, dengan adanya KPK, ruang gerak terbatas, bahkan ditangkap. Operasi tangkap tangan (OTT) lembaga antirasuah ini ditakuti para mafia korupsi.

Perlawanan terhadap KPK sebenarnya sudah lama dilakukan, baik terbuka, maupun tertutup. Masih segar dalam ingatan publik, ketika ada pihak yang menginginkan kewenangan menyadap dicabut. Padahal metode sadap sangat ampuh dalam membongkar kasus korupsi dan pelakunya belum ada yang lolos.

Teror terhadap personel KPK juga sudah sering. Tercatat beberapa kali ada upaya kriminalisasi, sampai rencana membunuh. Terakhir adalah upaya teror dengan mengirim benda mirip bom ke pimpinan KPK. Meski tidak meledak dan mengambil korban nyawa, maksud pelaku untuk mengancam telah tercapai.

Pakar menganalisa, teror ke rumah pimpinan KPK ini masih bersifat peringatan dari kelompok yang terusik. Apalagi ada kasus-kasus besar yang melibatkan orang kuat yang disebut-sebut sedang didalami KPK.

Berarti bukan mustahil ancaman berubah menjadi tindakan nyata menghabisi pimpinan KPK. Ada beberapa langkah yang bisa diambil KPK. Sebaiknya secara internal harus ditingkatkan kewaspadaan. Pimpinan KPK sudah menyebutkan rencana memersenjatai petugasnya. Kerjasama dengan Polri sebaiknya ditingkatkan sehingga dapat membantu pengamanan gedung dan rumah para pimpinan KPK.

Namun KPK tak boleh gentar dengan teror dan ancaman. Memberantas korupsi adalah tugas negara yang mulia. Sebab yang diselamatkan adalah uang rakyat dan masa depan bangsa. Tetaplah bekerja membersihkan Indonesia dari korupsi.

KPK harus tahu mayoritas rakyat mendukung mereka, meski ada segelintir tak suka. Amanah rakyat harus diemban dengan sebaik-baiknya. Ini bukan perang pribadi, tetapi perang negara dalam membasmi korupsi. (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments