Minggu, 09 Agu 2020

Radikalisme Mengancam

redaksi Kamis, 14 November 2019 11:16 WIB
JoSS
Ilustrasi

Kota Medan, Sumatera Utara kembali diteror bom bunuh diri. Seorang pria meledakkan dirinya di Mapolrestabes Medan. Pelakunya tewas di tempat, sedangkan beberapa polisi dan mahasiswa mengalami luka-luka terkena serpihan bom.


Ada dugaan bom bunuh diri ini sebagai reaksi atas sikap tegas pemerintah terhadap paham radikal. Presiden Jokowi pada pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju memberi penekanan terhadap radikalisme. Meski begitu, semua pihak harus menahan diri berkomentar, menunggu hasil penyelidikan polisi.


Data menunjukkan Kota Medan sudah beberapa kali menjadi sasaran teroris. Komposisi penduduk yang beragam, baik agama dan etnis, memang memiliki potensi konflik yang tinggi. Keharmonisan dan kerukunan masyarakatnya terus "diuji" dan hingga kini tak berhasil.


Pelakunya jelas adalah terorisme. Tujuan utamanya bukanlah sekadar membunuh orang dengan bom. Melainkan menebar rasa takut dan perpecahan kepada masyarakat luas. Mereka ingin mengatakan ke dunia, Indonesia tak lagi aman. Lalu, orang saling curiga satu sama lain.


Patut ditegaskan, terorisme tak memiliki agama. Sebab tak ada agama yang setuju dengan pembunuhan. Agama mengajarkan kasih dan kedamaian. Bukan untuk mengadu domba dan menghancurkan sesama.


Kalaupun ada isu agama digunakan, itu hanyalah kedok. Jadi jangan pernah menuduh agama tertentu memiliki andil dalam aksi terorisme. Semua agama adalah musuh pelaku teror. Bisa saja mereka ada di sekitar kita, sehingga perlu meningkatkan kewaspadaan.


Sebab tak mungkin hanya aparat keamanan yang harus waspada. Mereka terbatas bisa mendeteksi, sebab terorisme biasanya menyusup di antara masyarakat. Jadi deteksi dini sebenarnya warga itu sendiri. Jika ada hal mencurigakan, segera laporkan ke aparat. Jangan acuh tak acuh dengan lingkunganmu.


Kita tak boleh kalah dengan teror. Jangan mau jadi antek-antek mereka dengan ikut menyebarkan foto aksi teror tersebut. Mari tunjukkan, kita tak takut dan terpengaruh dengan aksi biadab terorisme tersebut. Malah gunakan sebagai momen merapatkan barisan.


Jatuhnya korban menjadi bukti nyata adanya terorisme di Indonesia. Radikalisme adalah bibit awal terorisme yang merupakan kejahatan yang luarbiasa terhadap kemanusiaan. Mari dukung pemerintah memberantas paham radikal yang masih ada di Indonesia. (**)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments