Minggu, 19 Mei 2019

Proses Pemilu 2019 Belum Usai

admin Kamis, 18 April 2019 10:55 WIB
Secara umum proses pencoblosan Pemilu 2019 telah usai. Meski tetap ada peluang untuk diulang di beberapa lokasi dengan beberapa kondisi atas pertimbangan penyelenggara atau berdasarkan putusan MK (Mahkamah Konstitusi). Antusiasme warga terlihat dengan banyaknya kehadiran di TPS (tempat pemungutan suara) sebelum pukul 07.00 waktu setempat.

Pemilihan kali ini agak menyita waktu harus mencoblos lima kertas suara, yakni calon presiden/wakil presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Kota. Tak heran para pakar menyebut Pemilu 2019 paling rumit, dibanding dari sebelumnya. Hasilnya secara sah akan diumumkan setelah penetapan di KPU secara berjenjang.

Jadi masyarakat dan kandidat mesti bersabar menunggu penetapan KPU. Meski ada hasil hitung cepat (quick count), tetap tidak bisa menjadi patokan. Terlalu dini untuk pesta kemenangan, atau menangis karena kekalahan.

Kesempatan untuk mengajukan protes masih terbuka lebar. KPU dan Bawaslu menyediakan ruang untuk itu. Mulai dari perhitungan suara di TPS, hingga mengajukan gugatan ke MK, apabila memenuhi syarat untuk itu. Diharapkan tak perlu mengerahkan massa atau melakukan anarkisme, untuk menyalurkan ketidakpuasan.

Kandidat dan partai harus menenangkan pendukungnya. Penghormatan terhadap proses yang ada merupakan sikap dewasa dalam berdemokrasi. Sebab KPU dan Bawaslu telah berjanji transparansi dalam proses perhitungan suara hingga penetapan pemenang.

Meski harus diakui tak ada yang sempurna. Pasti ada kekurangan di sana-sini dalam proses penyelenggaraan Pemilu 2019 ini. Misalnya masih ada petugas di lapangan dan warga yang belum menguasai tentang aturan penggunaan e-KTP. Akibatnya di beberapa lokasi sempat debat yang sebenarnya tak perlu terjadi apabila sosialisasi dilakukan dengan baik.

Kita mengapresiasi semua kerja keras penyelenggara Pemilu, dari pusat hingga ke tingkat TPS. Rumitnya prosesnya, selain perhitungan dan pengisian berbagai formulir, membuat mereka harus lembur sampai malam. Kesigapan TNI Polri dalam menjaga keamanan ketertiban patut dihargai. Mereka siaga dengan menjaga TPS dari pagi hingga selesai, dan sebagian berpatroli dari satu kawasan ke kawasan lain.

Pemilu 2019 belum usai, potensi gangguan keamanan masih ada hingga dipastikan putusan KPU berkekuatan hukum tetap. Bukan tak mungkin ada saja gerakan mendelegitimasi hasil pemungutan suara dengan berbagai dalih. Ketidakpuasan sah-sah saja, hanya penyalurannya sesuai mekanisme dan memiliki dasar yang kuat.

Selamat bagi rakyat Indonesia di dalam dan luar negeri yang telah menggunakan haknya mencoblos. Siapapun pemenangnya harus diterima dengan jiwa besar. Tak menang sekarang, bersabarlah lima tahun lagi untuk berkompetisi lagi dalam Pemilu selanjutnya. (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments