Selasa, 20 Agu 2019

Pancasila Sebagai Etika Bangsa

admin Minggu, 03 Februari 2019 12:17 WIB

Dalam seminar yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Teologi Pematangsiantar, Kamis pekan lalu, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah mengungkapkan suasana kondusif para founding fathers dan founding mothers (pendiri bangsa) saat membahas tujuh kata dalam Piagam Jakarta.

Kelompok Islam menginginkan itu tetap ada, sedangkan yang dari Indonesia Timur minta dihapus. Muhammad Hatta melakukan pendekatan ke semua pihak agar ada jalan tengah. Sebab sempat ada pernyataan Indonesia Timur akan merdeka sendiri, jika tujuh kata yang menjadi perdebatan tetap dipertahankan.

Tak butuh satu tahun, satu bulan, satu minggu, bahkan satu hari untuk mencari titik temu. Dalam dua jam, M Hatta berhasil meyakinkan kedua belah pihak agar menghapus tujuh kata tersebut. Ini menunjukkan keluhuran budi para pendiri bangsa. Mereka melihat kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan kelompok.

Demi persatuan dan kesatuan Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, mereka bersedia mengalah dalam kebesaran jiwa. Fakta ini juga terang benderang, sebenarnya debat apakah Indonesia negara agama sudah selesai. Indonesia adalah negara berketuhanan, bukan negara agama.

Jadi keinginan mengubah negeri ini berdasarkan satu agama saja merupakan ahistoris dan makar. Harus diakui, dalam perjalanan waktu, nilai-nilai luhur Pancasila seolah tergerus, terutama di kalangan generasi muda. Negara tak boleh lalai dalam hal ini. Mengabaikan Pancasila, sama artinya menghancurkan negeri ini secara perlahanlahan. Itu sebabnya negara harus tegas terhadap semua tindakan intoleransi, radikalisme dan terorisme.

Persekusi terhadap penganut agama dan kepercayaan harus dihentikan. Orang-orang yang menjalankan ibadah sesuai keyakinannya masing-masing mesti dilindungi dan dijamin keamanannya. Setiap agama pasti memiliki kebenarannya masing-masing. Namun untuk menyatakan sesuatu itu benar, tak perlu menjelek-jelekkan ajaran agama lainnya.

Sebab iman tak bisa dipaksakan, itu adalah hak paling asasi, yang harus dihormati, termasuk oleh negara. Pancasila sebagai etika bangsa sudah mendesak untuk dibumikan. Upaya membuatnya dalam UU tersendiri harus didukung semua pihak. Apalagi DPR RI sudah menyatakan setuju untuk dibahas sebagai RUU prioritas.

Setiap gerak anak bangsa harus menjadikan Pancasila sebagai landasan etika. Tak ada lagi pengkotak-kotakan atas dasar agama dan suku. Apakah itu dalam rekrutmen politik, pengisian jabatan publik, penerimaan sekolah, relasi sebagai sesama anak bangsa, dan lain-lain. (**)

T#gs Pancasila Sebagai Etika Bangsa
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments