Minggu, 07 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran

TAJUK RENCANA

PPDB dan Problema Lama

redaksisib Rabu, 20 Mei 2020 10:11 WIB
Teras7

Ilustrasi

Penerimaan calon siswa baru SMA/SMK Negeri di Sumatera Utara tahun ajaran 2020/2021 dimulai dengan dibukanya pendaftaran pada 26 Mei 2020. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kali ini berbeda dari tahun-tahun lalu akibat adanya pandemi Covid-19.

Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis, melalui Sekretaris PPDB Saut Aritonang menjelaskan, penerimaan calon siswa kali ini melalui empat jalur yakni; zonasi, afirmasi (latar belakang kurang mampu), perpindahan tugas orang tua/wali dan/atau anak guru setempat, prestasi akademik dan prestasi nonakademik.

Melihat pengumuman ini, tidak banyak berbeda dengan sistem penerimaan siswa tahun lalu. Cuma pendaftaran saja, dimana saat ini penuh menggunakan internet (daring) atau online untuk menghindari berkumpulnya khalayak ramai demi mencegah penularan Covid-19.

Kita masih ingat bagaimana kondisi tahun lalu. Masih banyak permasalahan yang terjadi, baik dari internal panitia maupun masyarakat yang terlibat langsung dalam penerimaan itu. Sistem zonasi masih menjadi permasalahan terbesar dan menjadi perdebatan hangat hingga saat ini.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) selama dua tahun terakhir menganalisis, terdapat 9 permasalahan yang menyulitkan atau membingungkan orang tua dalam penerapan sistem zonasi, yakni; Pertama, penyebaran sekolah negeri yang tak merata di setiap kecamatan dan kelurahan. Kedua, ada calon siswa yang tak terakomodasi dan tak bisa mendaftar ke mana pun, sementara ada sekolah kekurangan siswa karena letaknya jauh dari pemukiman.

Ketiga, orang tua mengantre hingga menginap di sekolah. Keempat, minimnya sosialisasi sistem PPDB ke calon siswa dan orang tua. Kelima, kesiapan infrastruktur untuk pendaftaran secara online. Keenam, transparasi kuota per zonasi. Ketujuh, penentuan jarak atau ruang lingkup zonasi yang kurang melibatkan kelurahan. Delapan, soal petunjuk teknis yang kurang jelas dan kurang dipahami. Sembilan, beberapa Pemda membuat kebijakan menambah jumlah kelas dengan sistem dua shift.

Dari analisis itu, dapat dilihat betapa masih banyaknya permasalahan PPDB tahun lalu yang tentunya diprakirakan masih terjadi pada tahun ini. Apalagi melihat kondisi saat ini pemerintah fokus dengan masalah Covid-19, sehingga untuk memperbaiki berbagai permasalahan di atas diyakini belum maksimal. Apalagi dengan "keterpaksaan" harus menggunakan pendaftaran dengan sistem daring. Artinya, belum selesai masalah yang ada, datang lagi persoalan baru.

Untuk itu semua pihak, terutama petugas dan calon siswa, sudah harus bersiap menghadapi permasalahan yang bakal terjadi. Salah satu masalah teknis yakni bakal penuhnya server panitia, sehingga diperlukan perangkat komputer maupun petugas yang bisa diandalkan. Kemudian tak kalah penting persiapan mental calon siswa dan para orang tua untuk lebih sabar dengan segala kemungkinan permasalahan yang terjadi.

Hal yang paling krusial dan sulit dihapus adalah persoalan kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN). Sikap dan mental yang buruk ini tetap saja menghantui PPDB dengan sistem apapun. Karena antara petugas dan calon siswa sama-sama masih membutuhkan. Ini juga menjadi perbincangan hangat di masyarakat pada tahun lalu.

Untuk menghadapi masalah ini harus ada pengawasan yang ketat dari pihak terkait dan menutup peluang sekecil apapun, supaya PPDB berlangsung bersih dan murni tanpa unsur KKN. Juga dicarikan metode baru dengan membuka kotak pengaduan masyarakat. Lalu pengaduan secepatnya diproses untuk mendapatkan pelaku kasus kecurangan. Selanjutnya dilakukan tindakan tegas agar terjadi efek jera.

Bagi masyarakat diharapkan untuk tidak melakukan upaya dengan berbagai cara kecurangan demi memasukkan anaknya ke sekolah negeri. Karena untuk memutus rantai permasalahan saat ini sikap jujur yang paling dibutuhkan. Sehingga tidak ada peluang bagi siapapun untuk berbuat kecurangan.

Banyak juga sekolah swasta yang berkualitas dan mampu membantu mendidik siswanya dengan baik. Semua tergantung para orang tua dalam membimbing anaknya. Jadi ikuti saja tata cara PPDB sebaik-baiknya dengan mengedepankan kejujuran. Di mana pun anak dididik, peran dan perhatian orang tua yang paling utama untuk membawa anak-anaknya sukses. (***)
T#gs PPDBtajuk rencana
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments