Selasa, 18 Jun 2019

Mudik yang Nyaman dan Aman

admin Minggu, 26 Mei 2019 10:12 WIB
Mulai pekan ini, arus mudik sudah bergerak. Ini merupakan tradisi yang sudah berlangsung secara turun temurun. Meski melelahkan, secara fisik dan mental, tetap diulang kembali di tahun berikutnya.

Mudik bulan sekadar perjalanan pulang. Ada beberapa aspek kehidupan yang disentuhnya. Pertama, sarana menjalin kembali silaturahmi, baik sesama keluarga, maupun dengan satu kampung. Setahun tak bertemu, didekatkan dalam suasana Lebaran.

Kedua, sarana ekonomi untuk mempersempit kesenjangan antara kota dan desa, serta kaya dengan miskin. Biasanya pemudik membawa uangnya ke daerah dan membelanjakannya di sana. Roda ekonomi di desa berputar dan dinikmati banyak orang.
Ketiga, sarana mengevaluasi kondisi terkini infrastruktur. Saat mudik akan terungkap mana jalan rusak dan mana masih memadai. Ini menjadi masukan bagi pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur. Bagi warga daerah, mudik merupakan berkah, sebab jalan-jalan biasanya dirapikan sebelum agenda nasional tersebut.

Keempat, sarana menguji manajemen lalu lintas di daerah. Peningkatan volume kendaraan yang membawa pemudik, kalau tidak dikelola, maka akan memicu kemacetan. Harus ada rekayasa jalan utama dan alternatif, agar mudik berjalan lancar.

Kelima, sarana evaluasi sarana transportasi. Saat mudik, moda udara, laut dan darat, semua digunakan. Tahun ini, laut dan darat diperkirakan akan melonjak. Sebab mahalnya ongkos naik pesawat akan membuat pemudik beralih ke moda transportasi lainnya.
Kita berharap mudik tahun ini bisa lebih baik dari sebelumnya. Manajemen transportasi harus menjadi perhatian bersama.
Pemerintah pusat dan daerah mesti satu bahasa, jangan saling lempar tanggung jawab. Koordinasi dengan polisi perlu ditingkatkan untuk mencegah terjadinya macet berhari-hari seperti tahun-tahun lalu.

Petugas lapangan sebaiknya dibekali apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Bukan sekadar duduk di posko Lebaran dan menunggu terjadinya masalah. Seringkali kemacetan terjadi bukan karena ada kerusakan atau sempitnya jalan, tetapi karena ulah pemudik yang lolos dari pengawasan petugas. Lokasi yang rawan sebaiknya dikawal 24 jam, agar tak menimbulkan efek domino ke jalur lain.

Pemudik perlu diedukasi agar merencanakan mudiknya dengan baik. Pulang kampung menjelang Lebaran sebaiknya dihindari. Selain biaya tinggi karena tiket mahal, juga bisa tidak mendapat angkutan atau macet di jalan. Semoga mudik tahun ini lebih nyaman dan aman dari sebelumnya. (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments