Kamis, 27 Feb 2020
Banner Menu
Detail Utama 1

Fokus

Merindukan Kota Medan Yang Nyaman

Minggu, 11 Mei 2014 21:19 WIB
Perampokan dan penjambretan yang tiap hari kita dengar di Kota Medan bukan hanya meresahkan warga. Biaya sosial (social cost) yang ditimbulkannya pun akan semakin banyak. Rasa curiga yang berlebihan, prasangka pada tetangga, investor juga ketakutan, bahkan para pekerja yang sampai lembur pada malam hari akan semakin takut. Berapa kerugian yang ditimbulkan oleh konsekuensi logis dari Kota Medan yang rawan kriminal ini? Bisakah misi program “Medan Visit Year 2014” misalnya terwujud dengan baik jika Kota Medan sendiri setiap hari dihadapkan pada perampokan dan aksi kriminal lainnya?  

Rentetan peristiwa kriminal yang terjadi di Kota Medan tidak lagi melihat siapa yang jadi korbannya. Seorang personil Polisi Militer dan Polwan yang mengenakan seragam sendiri jadi korban. Ini membuktikan aksi kriminal makin menggila. Perintah tembak di tempat bagi pelaku kriminal dan geng motor seolah tidak ditakuti para pelaku kriminal. Padahal banyak juga pelaku jambret, atau perampokan yang dimassakan, tetapi tidak menimbulkan efek jera. Apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasi aksi kriminal ini, sehingga warga Kota Medan bisa aman dan nyaman?

Konsep Medan metropolitan dan megapolitan seolah tidak berarti  jika masalah keamanan dan kenyamanan tidak bisa diwujudkan dengan baik. Program pembangunan dalam teori ilmu ekonomi perlu didukung stabilitas (keamanan). Pembangunan tidak akan jalan jika masalah keamanan belum bisa dijamin pemerintah. Apa gunanya pembangunan ekonomi yang tinggi jika keamanan dan kenyamanan yang merupakan kebutuhan yang sangat mendesak tidak bisa diberikan?

Masalah keamanan dan kenyamanan  Kota Medan merupakan tanggung jawab bersama. Tetapi pihak kepolisian merupakan institusi pertama yang perlu dipertanyakan tentang keamanan dan kenyamanan Kota Medan. Aksi jambret, pembunuhan sadis yang terjadi setiap hari merupakan aksi yang sangat memprihatinkan. Jangan dibiarkan jadi trend; massa seringkali memukuli pelaku perampokan karena kepercayaan masyarakat pada institusi hukum sudah makin menurun.

Untuk itu jajaran kepolisian di Kota Medan harus terus meningkatkan kinerjanya untuk menciptakan Medan sebagai kota yang aman dan nyaman bagi siapa saja. Jangan sampai membuat pelaku ekonomi, investor luar dan wisatawan tidak mau lagi datang ke Kota Medan. Dampak keamanan dan kenyamanan sangat penting, termasuk bidang pembangunan.

Negara di kawasan Afrika tidak bisa membangun sampai saat ini diakibatkan oleh negaranya yang tidak aman dan nyaman. Investor akan berpikir dua kali datang ke negara Afrika karena seringkali dihadapkan pada aksi-aksi perang saudara dan kriminal lainnya.

Untuk itu, Polri, Pemko, masyarakat sendiri harus saling membahu, bersinergi dalam meningkatkan keamanan dan kenyamanan Kota Medan. Apapun harus diupayakan jajaran Polresta Kota Medan untuk keamanan dan kenyamanan warga sebagai kebutuhan yang sangat mendesak saat ini dan untuk selamanya. Mewujudkan Medan sebagai kota metropolitan dan megapolitan adalah “pepesan kosong” jika keamanan dan kenyamanan sendiri sangat sulit terwujud. (#) 







T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments