Kamis, 21 Nov 2019

Merekrut Putra Terbaik Menjadi CPNS

redaksi Rabu, 30 Oktober 2019 12:12 WIB
Harapan baru kembali hadir bagi "pemburu" pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Sebab pemerintah telah merinci formasi lowongan CPNS di 34 kementerian yang membuka lowongan bagi calon PNS 2019. Seleksi penerimaan CPNS 2019 akan dimulai pada 11 November mendatang.

Pemerintah akan membuka 152.286 formasi. Rinciannya, instansi pusat sebanyak 37.425 formasi pada 68 kementerian lembaga dan instansi daerah 114.861 formasi pada 462 pemerintah daerah. Ada dua jenis formasi yang dibuka pada CPNS 2019 ini, yaitu formasi umum dan formasi khusus.

Ini membedakan seleksi CPNS dari tahun-tahun sebelumnya. Ada peluang besar bagi putra terbaik bangsa yang berprestasi dan memiliki kondisi tertentu. Formasi khusus tersebut meliputi cumlaude, diaspora dan disabilitas pada instansi pusat dan daerah, serta formasi khusus putra-putri Papua, dan formasi lainnya yang bersifat strategis pada Instansi pusat.

Formasi jabatan yang dibuka adalah tenaga pendidikan, kesehatan, dosen, teknis fungsional, dan teknis lainnya. Tiga besar formasi pada penerimaan CPNS kali ini adalah guru (63.324 formasi), tenaga kesehatan (31.756 formasi), dan teknis fungsional (23.660 formasi). Meski pasti lebih banyak pelamar dari formasi, persaingan diperkirakan akan lebih "fair" seiring makin transparannya sistem seleksi.

Bukan rahasia lagi, pada masa lalu penerimaan CPNS sering sudah ditentukan siapa yang menang. Mereka biasanya adalah titipan pejabat atau telah memberi "upeti" ke orang tertentu. Jadi seleksi hanyalah formalitas, dan kalaupun ada yang menang bersih, persentasenya sangat kecil.

Harus diakui seleksi penerimaan CPNS sekarang ini sudah mulai jauh dari kecurangan. Banyak testimoni bisa lulus tanpa membayar dan tak punya relasi "orang dalam". Diharapkan rekrutmen CPNS tidak dipermainkan, tetapi harus benar-benar memilih yang terbaik sebagai abdi negara.

Godaan untuk bermain curang memang terbuka lebar. Sebab minat menjadi CPNS sangat tinggi di Indonesia. Meski sudah bekerja di sektor swasta, tetapi masih merasa belum sah, jika tak menjadi abdi negara.

Tingginya permintaan menjadi CPNS ini yang dimanfaatkan calo. Ada banyak tertipu dengan janji manis bisa menang asal mau memberi uang sogokan. Padahal dengan sistem komputerisasi dan skor langsung keluar, sudah kecil kemungkinan curang.

Pengawasan tetap harus ada dalam penerimaan CPNS tahun ini. Alat ukur tidak memadai hanya intelektualitas saja, sebaiknya integritas juga menjadi penilaian. Rekrutmen yang bersih menjadi langkah awal membangun birokrasi yang baik. (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments