Kamis, 21 Nov 2019

Menteri Versus Wamen

bantors Sabtu, 26 Oktober 2019 13:25 WIB
Presiden Jokowi menunjuk 12 wakil menteri (wamen) yang akan mendampingi menteri dalam menjalankan tugasnya. Bahkan khusus untuk kementerian BUMN ada dua wamen yang dilantik. Dengan demikian jumlah anggota kabinet menjadi 34 menteri, 4 pejabat setara menteri dan 12 wamen.

Tujuan penunjukan wamen disebut untuk mempercepat pencapaian kinerja. Benarkah demikian? Sebab sebenarnya menteri tinggal mengorganisir pejabat yang ada di kementeriannya. Jadi hanya ada satu "komandan" yang mengarahkan dan mengendalikan semua organisasi dalam mencapai tujuan.

Menambah wamen bisa menjadi beban bagi menteri yang bersangkutan. Sebab berpotensi menjadi "matahari kembar". Sepanjang menteri dan wamen akur, maka takkan ada masalah di kementerian tersebut.

Belajar dari hubungan kepala daerah dan wakil kepala daerah, sering terjadi gesekan. Mereka saling berebut pengaruh terhadap anak buahnya. Tidak mustahil hal serupa bisa terjadi di kementerian yang ada wamennya.

Itu sebabnya sejak awal, harus jelas apa yang menjadi tugas menteri dan wamen. Bila perlu, menteri diberi kewenangan seperti menko yang bisa membatalkan kebijakan anak buahnya. Wamen harus tahu batasannya sehingga tidak mendahului atasannya.

Apakah wamen memiliki keberanian terhadap menteri? Kemungkinan ini sangat terbuka, mengingat latar belakang wamen ada dari partai politik. Bukan rahasia lagi, ada parpol merasa paling berjasa memenangkan Jokowi menjadi presiden.

Sulit membantah pengangkatan wamen tidak semata-mata untuk efektivitas kerja. Ada "bagi-bagi" kue kekuasaan di sana terhadap koalisi pendukung. Walau ada wamen yang berasal dari kalangan profesional. Potensi konflik tetap terbuka antara wamen dengan menteri.

Kita berharap menteri dan wamen bisa menahan diri untuk tidak mengedepankan ego masing-masing. Begitu menjadi pejabat publik, loyalitas mereka terhadap partai dan tempat kerjanya yang lama, sudah berhenti. Lima tahun ini, mereka adalah abdi negara yang melayani untuk kepentingan rakyat banyak.

Selamat bagi wamen Kabinet Indonesia Maju yang baru dilantik. Berilah yang terbaik bagi bangsa dan negara. Jabatan adalah amanah, yang suatu saat bisa dicabut. (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments