Senin, 06 Apr 2020

Mengundang Investor Buka Perkebunan Kopi

Tajuk
Jumat, 13 Maret 2020 11:30 WIB
republika.co.id

Ilustrasi Petani kopi

Hari Kopi merupakan perayaan tahunan yang tanggalnya berbeda-beda di setiap negara. Tujuannya merayakan kenikmatan minuman kopi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap petaninya. Untuk Indonesia, tanggal 11 Maret telah ditetapkan Menteri Pertanian menjadi Hari Kopi Nasional. Tanggal ini dipilih bertepatan dengan Pengukuhan Dewan Kopi Nasional.

Kopi Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan dengan kopi-kopi dari negara produsen kopi lainnya. Cita rasa yang tinggi, terutama untuk jenis kopi arabika, dan telah diklaim sebagai kopi spesial. Hal ini menjadi poin plus yang baik bagi citra kopi Indonesia di pasar internasional yang perlu dijaga dan promosikan yang lebih intensif.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan area kopi nasional mencapai 1,24 juta hektare (Ha) dengan produksi mencapai 722,5 ribu ton. Jika di rata-ratakan, produktivitas kopi nasional sekitar 0,78 ton per Ha. Dari luas lahan kopi tersebut, sekitar 96 persen area diusahakan oleh perkebunan rakyat, sedangkan empat persen sisanya merupakan perkebunan kopi yang dikerjakan swasta dan perkebunan negara.

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menyebutkan, Indonesia pada 2018 naik ke urutan ketiga produksi kopi dunia. Total produksi sebesar 722,5 ribu ton atau berkontribusi sebesar 6,94 persen terhadap produksi kopi dunia. Meskipun mengalahkan Kolombia yang turun ke urutan ke-4, namun secara produktivitas kopi masih di bawah Vietnam dan Brasil.

Produksi kopi Indonesia tak beranjak alias stagnan. Ada banyak penyebabnya, antara lain tanaman kopi sebagian besar sudah tua dan produktivitasnya menurun. Ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk meningkatkan produksi kopi dalam negeri.

Sebaiknya ada upaya mengembangkan kopi dalam skala perkebunan seperti Vietnam. Hal itu tak mungkin dilakukan petani yang kemampuannya terbatas. Perusahaan swasta mesti didorong berani membuka perkebunan kopi.

Memang tak mudah membuka perkebunan kopi dalam skala luas. Sebab untuk berhasil, perlu ada tanaman lain sebagai naungan. Sudah saatnya Kementan menawarkan konsep perkebunan kopi ke investor asing dan lokal.

Kopi harus diurus dari hulu ke hilir. Pasar kopi sudah sangat menarik dan terus berkembang. Permintaan dunia terus meningkat, seiring makin populernya minuman tersebut di kalangan muda.

Kita optimistis kopi Indonesia bakal merajai pasar internasional. Itu sebabnya program di hulunya harus menjadi perhatian, agar luasan perkebunannya makin meningkat dan tingkat produktivitasnya. Di hilir, kualitas kopi mesti terus dijaga agar konsumen tetap loyal. Selamat Hari Kopi Nasional! (**)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments