Sabtu, 26 Sep 2020

Menguasai Industri Olahraga

Jumat, 11 September 2020 11:43 WIB
Internet

Ilustrasi

Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tahun ini dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2020 dengan cara yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Peringatan Haornas biasanya dilaksanakan dengan meriah dan secara bergantian di daerah-daerah sambil menggairahkan semangat berolahraga. Kali ini peringatan Haornas dilaksanakan dengan cara sederhana yang dipusatkan di GOR POPKI Cibubur Jakarta, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Kesederhanaan ini seharusnya tidak menyurutkan semangat dunia olahraga nasional, justru semangat besar dan cita-cita tinggi digelorakan di tengah-tengah keprihatinan bencana pandemi.

Kali ini peringatan Haornas mengangkat tema "Sport Science, Sport Industry dan Sport Tourism". Ketiga kata berbahasa Inggris dalam tema itu untuk mendukung peningkatan prestasi olahraga, agar mengembangkan Sport Science untuk tingkatkan prestasi. Kemudian perkembangan industri olahraga dapat mendorong perkembangan perekonomian masyarakat dengan catatan potensi industri olahraga dikelola dengan baik.

Kemajuan industri olahraga akan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat. Sport Tourism menjadi salah satu cara mempromosikan pariwisata tanah air. Indonesia alamnya baik, salah satu cara memperkenalkannya melalui even olahraga. Atlet juga diharapkan mendapatkan penanganan mental, fisik, nutrisi dan juga peralatan yang terbaik. Sehingga Sport Industry (industri olahraga) juga penting untuk dikembangkan, karena sangat menentukan bagaimana olahraga tetap hidup.

Peringatan Haornas 2020 di masa pandemi merupakan kebangkitan olahraga prestasi Indonesia, tidak boleh menyerah dengan keadaan, harus ada terobosan untuk tetap melakukan pembinaan.

Lalu mengapa 9 September selalu membawa makna tersendiri bagi dunia olahraga nasional? Jawabannya berpusat pada Keputusan Presiden RI Nomor 67, tahun 1987 tentang Hari Olahraga Nasional.

Awal mula adanya Haornas adalah cikal bakal dari Pekan Olahraga Nasional (PON) Indonesia. PON saat itu merupakan bentuk peringatan untuk terus menerus menjaga semangat olahraga bagi seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Peringatan Haornas yang jatuh pada tanggal 9 September 1987 itu mengambil momen bersejarah dalam olahraga Indonesia. Tak lain penyelenggaraan PON I pada tanggal 9-12 September 1948 di Stadion Sriwedari Solo, Jawa Tengah.

Juga berkaitan dengan sejarah sepak takraw hingga menjadi cabang olahraga yang terkenal. Awalnya sepak takraw merupakan cabang olahraga yang berasal dari kebudayaan Thailand.

Sebelum bernama sepak takraw, olahraga ini bernama sepakraga. Para pemain sepakraga memainkan olahraga ini dalam lingkaran dengan menggunakan bola anyaman dari rotan.

Dahulunya permainan ini merupakan permainan anak-anak bangsawan dan kemudian menjadi permainan rakyat biasa.
Sejarah Haornas juga tak lepas dari perkembangan sepak takraw. Saat itu pemuda wajib menguasai teknik bermain sepak takraw. Apabila ia tidak bisa menguasainya, maka masyarakat menganggap pemuda tersebut belum cakap bergaul dalam lingkungan masyarakat luas.

Perkembangan olahraga sepak takraw mulai mengalami kemajuan setelah tahun 1987. Hingga saat ini sepak takraw Indonesia mengalami kemajuan pesat dan berprestasi luar biasa. Dalam Asian Games yang digelar spektakuler di Indonesia tahun 2018, cabang sepak takraw menyumbang cukup banyak medali emas untuk bangsa.

Artinya, olahraga kini sudah menjadi industri besar yang sangat mempengaruhi kemajuan ekonomi suatu bangsa. Seluruh masyarakat dunia pun sudah memahami bahwa Industri olahraga harus dikuasai. Indonesia termasuk negara beruntung yang memiliki kekuatan cabang bulutangkis yang sangat diperhitungkan, sehingga harus dipertahankan sekuat tenaga agar supremasinya tidak direbut bangsa lain.

Selain mempertahankan bulutangkis, RI juga harus bisa ikut berbicara di banyak cabang olahraga yang popular di dunia seperti sepakbola, tenis, tinju dan lain sebagainya. Saat ini menguasai industri olahraga berarti bisa menguasai ekonomi dunia. Hal ini tentu tidak mudah. Dibutuhkan kesungguhan pemerintah dan berbagai kalangan untuk melakukan pembinaan dan mencari bibit unggul sampai ke pelosok desa. Karena bila organisasi besar tidak dipegang orang yang ikhlas, harapan itu tentu tidak akan pernah ada.(***)
T#gs Hari Olahraga Nasional (Haornas)Industri Olahraga
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments