Senin, 20 Mei 2019

Menghormati Hak Orang Lain

admin Sabtu, 11 Mei 2019 10:28 WIB
Kemarin, Kota Medan macet di mana-mana. Sejak siang sudah dirasakan warga. Kondisi jalan raya makin parah saat sore. Padahal banyak yang sedang buru-buru ingin pulang, agar ada kesempatan berbuka puasa bersama keluarga.

Ternyata penyebab kemacetan adalah adanya unjuk rasa terkait Pemilu 2019. Sasaran pengunjuk rasa di Jalan Adam Malik, tepatnya Kantor Bawaslu Sumut. Meski aksi terpusat di sana, dampak menjalar ke mana-mana, yang memicu terjadinya horor macet.

Berunjuk rasa memang hak semua warga negara. Ada prosedur yang mesti dipatuhi, seperti pemberitahuan kepada yang berwajib. Polisi juga berkewajiban menjaga mereka agar haknya terlindungi dalam menyampaikan aspirasi.

Namun patut dipahami semua pihak, berhak bukan berarti menjadi bebas menganggu pihak lain. Sebagai pembayar pajak dan warga negara lainnya juga berhak menggunakan jalan umum sebagai fasilitas yang disediakan negara. Hak berunjuk rasa tentunya harus menghormati hak warga pengguna jalan raya.

Apalagi dalam bulan puasa ini diharapkan semua menjaga keteduhannya. Pengerahan massa sebaiknya dibatasi dan jika bisa dihindarkan. Penyampaian aspirasi bisa ditempuh dengan cara-cara lain yang masih konstitusional.

Sengketa pemilu ada mekanismenya tersendiri. Lagi pula prosesnya melibatkan semua partai politik, baik pengusung calon presiden dan caleg. Perhitungan suara saat ini masih berlangsung. Protes, keberatan dan aspirasi lainnya bisa disalurkan di sana.

Bahkan jika akhirnya KPU memutuskan hasil pemilu, masih ada jalan dengan menggugat ke Mahkamah Konstitusi. Pihak yang keberatan sebaiknya mengumpulkan bukti sebanyak mungkin untuk disampaikan dalam persidangan. Pengerahan massa memang merupakan hak, tetapi alangkah baiknya dipertimbangkan lagi, jangan sampai hak orang lain dirugikan.

Polisi diharapkan tetap menegakkan aturan berlalu lintas. Jangan karena sifatnya massal, lalu kompromi dan kendor. Pengendara sepeda motor tanpa helm mestinya ditindak, begitu juga mengangkut orang di bak terbuka.

Demokratis bukan berarti bebas dari hukum. Terimakasih Polri dan TNI yang bekerja keras menjaga kekondusifan Indonesia. Kita berharap hiruk pikuk pemilu segera berakhir, dan kembali fokus berkarya serta memberi yang terbaik bagi bangsa ini.(**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments