Rabu, 19 Jun 2019

Mengawal Pasar Jelang Lebaran

admin Senin, 27 Mei 2019 09:41 WIB
Biasanya setiap menjelang Lebaran, harga selalu melonjak dan menyengsarakan masyarakat. Pemerintah pusat dan daerah menggelar operasi pasar. Namun upaya itu gagal, dan ujung-ujungnya menyalahkan spekulan dan keadaan, karena tingginya permintaan. Kebiasaan itu telah berhenti di era pemerintahan Jokowi.

Kerjasama antara Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Kepolisian Republik Indonesia membuat stabil harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran selama beberapa tahun terakhir ini.

Sebut saja harga bawang putih sempat melambung tinggi. Pemerintah yang sudah memprediksinya segera membuka keran impor, sembari terus memacu produksi lokal, dengan mendorong daerah potensial seperti Kabupaten Humbahas menjadikannya komoditi unggulan.

Setelah harga bawang putih normal, lalu cabai merah kembali berulah. Harganya naik drastis, memang karena tingginya permintaan. Intervensi dilakukan, dan harga berangsur membaik.

Sudah lama keriuhan yang rutin menjelang Lebaran menjadi atensi pemerintahan Jokowi. Sebab korbannya adalah masyarakat, yang mau tak mau mesti belanja, karena sudah menjadi kebutuhan. Upaya mencegah lonjakan harga tidak lagi dadakan menjelang Lebaran. Sejak awal sudah ada perencanaan yang matang sesuai peran masing-masing. Kementerian Pertanian bertugas meningkatkan produksi untuk komoditi yang memang dibutuhkan warga.

Petani didorong memenuhi permintaan pasar. Sedapat mungkin kebutuhan pasar dipasok dari dalam negeri. Hanya komoditi tertentu yang terpaksa diimpor. Itu pun sudah melalui kajian yang matang, bukan lagi karena kepentingan segelintir pengusaha yang ingin meraup untung yang sebesar-besarnya dengan memanfaatkan momentum Lebaran.

Spekulan yang sengaja menahan barang terpaksa gigit jari karena tak bisa lagi main curang. Pasar dijaga agar tetap sehat, dan keuntungan yang diambil yang sewajarnya. Jika masih ada yang nekat bermain, polisi yang sudah lama mengamati pasar langsung beraksi.

Diharapkan tahun ini, kebutuhan Lebaran tetap terjaga stoknya. Lalu harga dikawal agar kenaikannya tidak melampaui angka psikologis. Kenaikan wajar ditoleransi, tetapi jangan berlebihan, asal masih bisa dijangkau konsumen.

Hiruk pikuk pascapemilu tak boleh menjadi alasan lengah. Kerjasama lintas instansi tetap diperlukan dan dimantapkan. Jadi warga tetap bisa tenang menyambut Lebaran yang tinggal beberapa hari lagi. (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments