Sabtu, 23 Mar 2019

Mengaktifkan Siskamling Secara Swadaya

admin Kamis, 14 Maret 2019 11:37 WIB
Menjelang kedatangan Presiden Jokowi dan penyelenggaraan Pemilu 2019, bom meledak beberapa kali di Sibolga, Sumut. Kali bukan saat teroris beraksi mengincar target, melainkan karena penangkapan dan penggerebekan anggota Densus 88. Berkat kesigapan pasukan elite ini, dampak ledakan bisa diminimalisir, walau korban tetap tak terhindarkan.

Ada poin penting dari kasus bom Sibolga, yang menguatkan temuan sebelumnya. Anggota jaringan terorisme tak segan-segan mengorbankan istri, bahkan anaknya. Mungkin mereka menganggap itu sebagai bagian dari perjuangannya.

Polisi sebenarnya sudah mengepung rumah yang ditempati terduga teroris bersama istri dan anaknya, sejak Selasa siang. Densus sebelumnya sudah menangkap suaminya, namun istri dan anak-anak bertahan berjam-jam. Rabu dini hari terdengar ledakan bom, diduga aksi bunuh diri. Polisi memprediksi istri dan anak-anak terduga teroris tersebut sudah tewas.

Sibolga terkenal dengan sebutan negeri berbilang kaum. Gubernur Sumut Alm T Rizal Nurdin yang pertama sekali melontarkannya pada 2003, pada acara MTQ. Sebab kota ini sangat majemuk, baik dari sisi suku dan agama. Namun semuanya bisa hidup berdampingan dalam sikap saling menghargai.

Rupanya di kota yang majemuk ini ada terduga teroris yang sedang memersiapkan aksinya tanpa diketahui masyarakat sekitar. Tanpa bermaksud mencari kambing hitam dan menyalahkan berbagai pihak, kasus ini harus menjadi pelajaran bagi semua warga. Mari lebih peka dan peduli dengan orang-orang di sekitar.

Sebenarnya warga sekitar sudah merasakan perubahan terduga teroris tersebut. Sejak pulang dari Pulau Jawa beberapa bulan lalu, mendadak menjadi pendiam dan menutup diri. Sayangnya tak ada yang menyadari di rumahnya sedang ada proses perakitan bom jenis lontong.

Kita mengapresiasi Densus 88 yang terus berburu jaringan teroris. Berdasarkan penangkapan di Lampung, ternyata ada terduga teroris yang sedang persiapan di Sibolga. Warga sekitar baru tahu, ternyata tetangganya adalah terduga teoris setelah bom meledak.
Tujuan teroris adalah menebar ketakutan. Warga Sibolga sebagai negeri berbilang kaum tak boleh kalah. Rapatkan barisan dan tetap beraktivitas seperti biasa. Negara masih hadir memberikan rasa aman melalui kehadiran aparat.

Warga sudah saatnya mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling) secara swadaya. Mulailah peduli dengan tetangga, tanpa harus mengusik mereka. Bersilaturahmilah sesekali, sehingga mengenal jiran, mulai dari siapa, apa profesinya, aktivitasnya di rumah dan berbagai informasi lainnya. (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments