Selasa, 20 Agu 2019

Mendorong Semangat Berkurban

admin Senin, 12 Agustus 2019 13:10 WIB
Hari Raya Idul Adha yang diperingati umat Islam merupakan ibadah yang mengajarkan kesabaran sekaligus berbagi dengan sesama. Semua umatNya mesti menguatkan rasa solidaritas dan semangat berbagi dengan sesama. Berkurban merupakan ibadah yang mengikuti jejak Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Saat itu, harusnya Nabi Ismail yang dikurbankan, namun malaikat Jibril mencegah Nabi Ibrahim, dan menunjukkan domba sebagai gantinya. Ada dua pelajaran berharga dari peristiwa ini. Pertama, ketaatan mutlak Nabi Ibrahim kepada penciptaNya. Meski Ismail, anak yang dikasihinya akan dikurbankan, dia memilih taat.

Ketaatannya tidak hanya secara seremonial saja, tetapi dari hatinya yang paling dalam. Ibrahim bersedia berkurban tanpa dipaksa, melainkan atas kerelaannya. Meski akhirnya, domba yang disembelih sebagai kurban, menggantikan Ismail.

Kedua, solidaritas terhadap sesama sebab hewan yang dikurbankan menjadi sarana berbagi. Idul Adha merupakan momen untuk menolong orang yang belum beruntung secara ekonomi. Mungkin mereka tak memiliki kesempatan menikmati daging, dan melalui Lebaran Haji ini, ada banyak orang miskin mendapat berkat.

Spirit berkurban yang telah diajarkan para nabi harus dijadikan ajang gotong-royong untuk membantu kaum tidak mampu dengan menyediakan daging kurban. Saat Idul Adha, umat Islam yang berkecukupan rezeki akan menyembelih hewan kurban berupa sapi, kerbau, kambing, unta atau domba. Daging hewan kurban selanjutnya dibagi-bagikan kepada seluruh umat Islam, terutama yang hidup berkekurangan. Sebagian di antaranya daging kurbannya dinikmati orang yang menunaikan perintah berkurban tersebut.

Bagi umat Islam yang berkekurangan, Idul Adha memiliki makna yang sangat dalam. Mereka memiliki kesempatan besar menikmati daging kurban, sama seperti warga lainnya yang berkecukupan. Diharapkan ada kegembiraan saat mengolah dan menikmati daging kurban di rumah kaum papa, tukang becak, buruh tani, buruh pabrik, pekerja bangunan, korban PHK, dan orang-orang kecil. Semoga kegembiraan tersebut terus berlanjut di hari-hari berikutnya.

Perlu dibangun semangat berkurban yang berkelanjutan, dan bukan hanya satu hari saja. Orang yang berkecukupan membagi apa yang dimilikinya kepada yang berkekurangan. Ada banyak hal yang bisa dibagikan kepada kaum papa, tidak hanya daging saja, tetapi bisa dalam bentuk yang lain, seperti beras, uang, beasiswa, dan bantuan lainnya. Semangat berbagi mesti dilestarikan dan menjadi bagian dari gerakan revolusi mental yang didengungkan Presiden Jokowi.

Jika semangat berkurban telah menjadi sikap mental dari setiap anak bangsa, maka kemiskinan akan semakin menurun dengan sendirinya. Jurang antara kaya dan miskin akan semakin berkurang. Pemerataan ekonomi berjalan karena kesadaran berkurban, Ini membuat tugas Pemerintah untuk menyejahterakan bangsa ini akan terbantu.

Penghalang terbesar untuk berbagi adalah masih bercokolnya egoisme yang membelenggu hati banyak orang. Itu sebabnya semangat berkurban perlu terus didorong agar tembok penghalang runtuh dan digantikan dengan belas kasih kepada sesama. Selamat Idul Adha! (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments