Sabtu, 19 Sep 2020

Tajuk Rencana

Mencari Pimpinan KPK

Selasa, 02 September 2014 09:05 WIB
Salah-  seorang pemimpin KPK akan mengakhiri masa jabatannya, yaitu Busyro Muqoddas. Karena itu, pemerintah  membentuk Panitia Seleksi dengan ketua Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin. Masa jabatan Busyro Muqoddas memang akan berakhir Desember 2014.

Namun, pimpinan KPK yang lainnya menolak keberadaan Panitia Seleksi tersebut. Bambang Widjojanto, pimpinan KPK, menyatakan bahwa pembentukan Panitia Seleksi hanyalah menghambur-hamburkan uang. Jabatan ke-4 pimpinan KPK lainnya akan selesai pada akhir tahun 2015. Sementara biaya untuk melakukan seleksi terhadap 1 orang akan sama dengan menyeleksi lima pimpinan KPK. Baginya, Panitia Seleksi hanyalah mengganggu konsentrasi KPK .

Suara penolakan juga disampaikan Ketua KPK, Abraham Samad. Bahkan, pimpinan KPK mengakui bahwa mereka telah berkirim surat kepada Kementerian Sekretaris Negara tembusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Kementerian Hukum dan HAM. Surat itu berisi keberatan pimpinan KPK jika pemerintah membentuk Pansel untuk mencari pengganti Busyro Muqoddas. Salah satu alasan yang disampaikan  pimpinan KPK adalah bahwa pimpinan KPK akan sulit membangun ikatan emosional kembali dalam memberantas korupsi jika ada orang baru masuk.

Selain itu, pimpinan KPK yang lain berpendapat bahwa untuk "mengurus" KPK selama sisa waktu 1 tahun lagi, kinerja mereka tidak akan terganggu.
Mereka akan bisa melakukannya meski jabatan Busyro  segera akan berakhir.

Polemik pembentukan Panitia Seleksi ini memang penting diperhatikan  publik. Dapat dikatakan bahwa kedua belah pihak memiliki pandangan sesuai dengan keberadaan masing-masing. Pemerintah berpendapat bahwa mereka telah menjalankan UU sesuai dengan aturannya. Mereka berpedoman pada aturan legal formal yang mengharuskan pemerintah mengisi pimpinan KPK.

Sementara pimpinan KPK juga benar secara praktis. Bahwa sistem seleksi itu benar memboroskan uang negara. Sebanyak 2,5 miliar rupiah harus dianggarkan untuk menyeleksi pimpinan KPK yang menjabat masa jabatan 4 tahun tersebut.

Sementara untuk mencari 5 pimpinan KPK juga akan berbiaya sebesar itu.

 Jadi pendapat KPK mengenai hal itu juga patut didengar. Bukankah tugas KPK salah satunya adalah mengefektifkan penggunaan uang negara secara baik dan benar?

Kita berharap polemik ini didengar oleh kedua belah pihak dengan kepala dingin. Selama ini KPK tidak pernah direcoki oleh hal-hal yang tidak perlu.

KPK telah bekerja denga amat baiknya sehingga menurut kita KPK-lah yang seharusnya didengar dan dimengerti maksudnya.

Sampai  saat ini, pendaftaran calon pimpinan KPK telah diumumkan  Panitia Seleksi. Pendaftaran yang berlangsung 15 Agustus-3 September 2014 pukul 09.00-16.00. Syaratnya adalah berijazah sarjana hukum atau sarjana lain yang memiliki pengalaman sekurang-kurangnya 15 tahun dalam bidang hukum, ekonomi, keuangan, atau perbankan. Syarat lainnya adalah pendaftar tidak sedang menjadi pengurus partai politik.

Sampai  saat ini baru lima orang yang mendaftarkan diri.

Kita juga patut kuatir kalau karena cuma akan menjabat 1 tahun , peminat jabatan ini akan sangat sepi.

Bahkan bukan tidak mungkin, benar kata pimpinan KPK lainnya bahwa dalam masa yang sangat singkat itu, pimpinan KPK baru tersebut sangat sulit beradaptasi. Ada baiknya mendengar pendapat Syafii Maarif, supaya jabatan Busyro Muqoddas diperpanjang saja. Yang pasti, KPK jangan diutak-atik untuk kepentingan yang tidak relevan (***)

T#gs KPKPemimpin
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments