Rabu, 23 Okt 2019

Menanti Kejujuran Konvensi Demokrat

Kamis, 23 Januari 2014 11:26 WIB
PARA Capres  mulai dari Pramono Edhie, Gita Wirjawan, Irman Gusman, Dahlan Iskan, Anies Baswedan dan lainnya dengan serius memberikan pemaparannya dalam bentuk visi dan misi di Konvensi Capres Partai Demokrat. Tujuan konvensi ini  untuk mencari figur Capres Partai Demokrat yang terbaik menghadapi Pemilu 2014. Melalui konvensi ini diharapkan terpilih Capres yang terbaik (secara moral dan intelektualitas) supaya bisa memenangkan Pilpres 2014.

Di antara beberapa partai politik satu-satunya yang melakukan konvensi  hanyalah Partai Demokrat. Dalam perspektif komunikasi politik konvensi ini sangat positif. Melalui konvensi ini masyarakat bisa memberikan masukan mengenai Capres yang dianggap berkualitas. Bahkan masyarakat semakin mengenal Capres yang ikut dalam konvensi. Ini merupakan proses pendidikan politik yang membuka sejauh mana kemampuan Capresnya dari sisi kemampuan (capability) kepada publik.

Pokok permasalahan saat ini, apakah konvensi diletakkan pada objektivitas dan nilai kejujuran? Bisakah masukan masyarakat dan kemampuan Capres jadi pertimbangan utama untuk bisa terpilih sebagai Capres dari Partai Demokrat? Sejumlah pertanyaan ini harus ditujukan kepada Partai Demokrat dan Partai itu juga harus jujur  menjawab ini. Jika konvensi Partai Demokrat hanya dilakukan dengan tujuan pencitraan di tengah kondisi Demokrat yang elektabilitasnya sangat rendah saat ini, tentu hal ini akan jadi bumerang politik.

Yang ditakutkan, jika sudah ada konvensi tetapi rekomendasi Cikeas yang paling utama maka dapat dipastikan bahwa Partai Demokrat akan makin terpuruk. Saat ini banyak kader Partai Demokrat, termasuk mantan ketua umum Anas Urbaningrum terjerat kasus korupsi. Saat ini saja Sutan Batugana sudah diperiksa oleh KPK dalam korupsi SKK Migas. Terjeratnya Partai Demokrat kasus korupsi merupakan citra negatif yang bisa merugikan Partai Demokrat pada Pemilu 2014.

Harapan publik, semoga konvensi Partai Demokrat yang sedang berlangsung saat ini murni untuk menerima masukan dari masyarakat sehingga calon yang diusulkan oleh masyarakat bisa jadi skala perioritas. Kalau rekomendasi Cikeas yang jadi rujukan dalam menentukan Capres Partai Demokrat berarti konvensi yang dilakukan hanyalah pencitraan, ekstrimnya kebohongan kepada publik.

Apa yang dilakukan Partai Demokrat saat ini merupakan pendidikan politik. Pola rekrutmen Capres secara sistem sudah tepat dengan konvensi karena ini melibatkan publik. Bahkan konvensi ini memberikan pendidikan politik dimana masyarakat bisa melihat secara langsung kemampuan dan kapasitas Capres. Hanya saja akankah kejujuran menjadi dasar dari pelaksanaan konvensi Partai Demokrat ini?

Jika ya, ini akan jadi modal dasar politik bagi mereka untuk menghadapi Pilpres 2014. Mengingat Partai Demokrat satu-satunya parpol yang melaksanakan konvensi. Partai lain menentukan Capresnya berdasarkan restu pimpinan partai atau ketua umum partai secara langsung. Secara sistem Partai Demokrat sudah tepat melaksanakan konvensi karena konvensi adalah model yang terbaik saat ini untuk menjaring capres. (#)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments